by

Yusril Ihza Mahendra Akan Ajukan Uji Materi Terhadap Pasal Makar

Yusril Ihza mahendra.[Nicho/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Yusril Ihza Mahendra, kuasa Hukum aktivis tersangka (tsk) terkait dugaan upaya Makar ‘penggulingan
pemerintahan Jokowi-JK’   2 Desember  lalu menjelaskan bahwa mereka hanya ingin mendesak MPR RI agar kembali ke UUD45. Beberapa
tokoh yang lain juga tidak bermaksud menggulingkan Pemerintahan yang sah.
Namun maksudnya agar kembali pada UUD’45 secara konstitusional. Ini diungkapkan Yusril, kuasa hukum kesebelas aktivis itu di
hadapan wartawanvdi 88 Casablanka Office Tower, Jakarta
Selatan, Kamis (14/12)
“Walaupun digiring dengan issue menggiring massa, namun belum tentu bertujuan untuk menduduki gedung DPR / MPR,” paparnya.
Yusril
juga menyebutkan dari kasus tuduhan makar terhadap tokoh-tokoh yang
ditangani ini, yaitu Bu Ratna, dan Rahmawati, juga akan turut dalam
rangka pembelaan terhadap aktivis Sri Bintang Pamungkas. “Kami dapat
pastikan, di mana Bu Ratna Sarumpaet, Bu Rachmawati tidak
berniat menggulingkan pemerintahan,” ungkap Yusril.
Kemudian
menurut Yusril, ke depan akan mengajukan tinjauan terhadap pasal pasal
dalam KUHP tadi. “Agar tidak menjadi pasal karet supaya aparat penegak hukum tidak salah dalam penerapan dan sesuai dengan hak-hak konstitusional,” paparnya.
Oleh
karena itu lanjut mantan menteri sekretaris negara di era SBY ini, mereka berkehendak mengajukan uji materi terhadap pasal-pasal
makar, baik Pasal 107, Pasal 104, Pasal 87 dan Pasal 53 ke Mahkamah
Konstitusi (MK), di mana salah satu yang dituduh, berhak menjadi pemohon.
Paling tidak sebagai warga negara berhak peroleh kepastian hukum, agar
pasal makar ini tidak digunakan sembarangan,” jelasnya.
“Ditafsirkan semena-mena yang akhirnya melanggar HAM. Hanya harus ada
pihak tersangka, yang mengajukan ke MK hingga pihaknya hanya mendampingi
proses itu,” tukasnya.[Nicholas]

Comment

Rekomendasi Berita