Zohran Mamdani, Muslim Pertama Calon Wali Kota New York dari Demokrat

Internasional503 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK – Komunitas Muslim di New York, bahkan dunia, menaruh harapan besar pada sosok Zohran Kwame Mamdani. Politikus muda Partai Demokrat itu mencetak sejarah setelah menyingkirkan Andrew Cuomo, mantan Gubernur New York yang populer, dalam pemilihan pendahuluan (primary election) dengan selisih 13 persen suara.

Kemenangan ini mengejutkan banyak pihak. Mamdani, putra imigran dan Muslim pertama yang maju sebagai calon wali kota dari Partai Demokrat, dinilai berhasil menggerakkan gelombang dukungan akar rumput. Dalam waktu beberapa bulan, timnya menghimpun lebih dari 50.000 relawan yang mengetuk pintu sekitar dua juta rumah warga New York. Partisipasi pemilih dalam pemilihan pendahuluan kali ini pun tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah kota tersebut.

Selain faktor identitas dan usia muda, Mamdani mencuri perhatian karena sikap politiknya yang tegas. Ia secara terbuka menolak genosida Israel di Palestina, mendukung kemerdekaan Palestina, serta menentang penyebutan Israel sebagai negara Yahudi. Sikap ini jarang ditemui di kalangan politisi New York, kota yang memiliki populasi Yahudi terbesar di luar Israel dan menjadi basis kuat lobi pro-Israel.

Meski menuai serangan politik, termasuk tuduhan antisemitisme, Mamdani justru berhasil menggalang dukungan lintas komunitas. Sebagian warga Yahudi New York, yang awalnya mendukung Israel tanpa kritik, mulai bergeser setelah melihat konsistensinya menyuarakan nilai kemanusiaan. Survei internal menyebutkan, ia meraih simpati hingga 37 persen suara pemilih Yahudi.

Meski unggul dalam pemilihan pendahuluan, jalan Mamdani menuju kursi wali kota New York masih terjal. Sejumlah elite Partai Demokrat belum sepenuhnya mendukungnya. Alasan yang kerap dilontarkan adalah minimnya pengalaman birokrasi dan program-program yang dianggap ambisius.

Namun, pendukung Mamdani menilai argumen itu tak lebih dari bias politik. “Penolakan itu pada dasarnya karena ia seorang Muslim dan lantang membela Palestina,” ujar Shamsi Ali, tokoh Muslim New York.

Alih-alih surut, Mamdani terus memperluas basis dukungan. Sebuah koalisi lintas agama, “Muslim-Jewish Leaders Coalition for Zohran”, bahkan dibentuk untuk menepis tuduhan antisemitisme sekaligus memperkuat kampanyenya.

Bagi warga New York, Mamdani bukan hanya simbol identitas, melainkan representasi gagasan perubahan. Ia menjanjikan kebijakan yang berpihak pada warga, termasuk pengurangan biaya hidup, akses kesehatan, serta keadilan bagi kelompok marjinal.

“Identitas pribadi bukan persoalan utama. Yang lebih penting adalah apa yang ia tawarkan untuk mengurangi beban warga New York,” kata seorang pengamat politik lokal.

Jika terpilih pada 4 November mendatang, Mamdani akan tercatat sebagai wali kota Muslim pertama di New York. Harapan pun mengalir dari komunitas pendukungnya, agar ia tak hanya sukses meraih jabatan, tetapi juga mampu mewujudkan janji-janji politiknya.[]

Berita Terkait

Baca Juga

Comment