by

Kaum Pelangi Kembalilah ke Fitrahmu

-Opini-99 Views

 

Oleh: Ummu Zahra, Ibu Rumah Tangga

__________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Rencana kedatangan utusan Amerika serikat Jessica Stren untuk mengunjungi beberapa negara di asia tenggara, akan membahas mengenai Hak Asasi Manusia (HAM), dan memajukan Hak Asasi Manusia LGBTQI+ (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender, Queer, and Intersex Person).

DImulai dari negara Vietnam tanggal 28 November – 2 Desember 2022, kemudian Filipina dari 3 – 6 Desember 2022 dan terakhir Indonesia dari 7 – 9 Desember 2022. Rencana tersebut diumumkan melalui situs pemerintahan Amerika Serikat state.gov. (serambinews.com, 30/11/2022).

Tersiarnya berita tersebut membuat Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas bersuara dan menolak dengan tegas atas agenda tersebut.

“Sehubungan dengan akan datangnya Jessica Stren utusan Amerika Serikat untuk memajukan Hak Asasi Manusia (HAM) LQBTQI+ tanggal 7 – 9 Desember ke Indonesia, maka MUI menyatakan menolak dengan tegas kehadiran dari utusan khusus tersebut” tegas Anwar dalam seperti ditulis tribunnews.com (1/12/2022).

Batalnya rencana kedatangan Jessica Stren ke Indonesia juga dikonfirmasi oleh Duta Besar AS. “Setelah berdiskusi dengan rekan-rekan kami di pemerintah Indonesia, kami telah memutuskan untuk membatalkan kunjungan Jessica Stren ke Indonesia” ujar Sung Kim, Duta Besar AS. Jumat (2/12/2022).

Di Indonesia sendiri, terdapat hukum yang memperbolehkan adanya pergantian jenis kelamin yang tertuang pada pasal 58 ayat (1) huruf a perpres 96/2018, yang menjelaskan bahwa pergantian jenis kelamin dapat dilakukan di Indonesia, jika mendapat persetujuan dari pengadilan dan kemudian dicatat di Catatan Sipil.

Namun, terkait perilaku menyimpang seperti suka sesama jenis, pemerintah Indonesia belum mempunyai payung hukumnya. Jadi, pemerintah saat ini terkesan abai akan permasalah menyimpang ini, padahal tidak sedikit rakyat indonesia yang secara terang-terangan mengakui perilaku menyimpangnya di media sosial.

Jika perilaku menyimpang ini dibiarkan terus menerus tanpa adanya hukum yang dapat mengadili perbuatan mereka maka akan menyebarluaskan berbagai macam jenis penyakit menular seperti AIDS, HIV, kanker serviks. Bahkan akan memusnahkan keberlangsungan hidup manusia karena tidak adanya keturunan. Penyakit lesby atau gay ini sebenarnya harus disembuhkan, bukan dibiarkan ataupun didukung. Karena bisa jadi mereka akan mengajak banyak orang berbuat hal yang serupa.

Lalu, Bagaimana Islam menyikapi hal ini?

Rasulullah saw bersabda, “Allah melaknat laki-laki yang menyerupai wanita, begitu pula wanita yang menyerupai laki-laki” (HR Bukhari ).

Dalam hadits ini Allah menyeru lewat RasulNya agar seorang laki-laki tidak menyerupai wanita, begitupun sebaliknya. Dalam berpakain, bersikap, dan berbicara saja tidak boleh, apalagi sampai mengubah ciptaan Allah Swt dan menyalahi fitrah manusia yang Allah ciptakan berpasang-pasangan. Allah berfiman:

وَمِنْ اٰيٰتِهٖٓ اَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ اَزْوَاجًا لِّتَسْكُنُوْٓا اِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَّوَدَّةً وَّرَحْمَةً ۗاِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ

Artinya: “Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tentram kepadanya, dan Dia menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir”. (QS. Ar-Rum: 21)

Dari ayat ini sudah jelas, Allah menciptakan semua makhluknya berpasang-pasangan. Binatang pun demikian, Allah ciptakan berpasang-pasangan dari jenisnya sendiri. Binatang yang tidak berakal saja, hanya mengawini lawan jenisnya. Bagaimana dengan manusia yang telah Allah lebihkan dengan akal?

Allah sang Pencipta seluruh alam semesta beserta isinya, telah menciptakan manusia beserta aturannya yang tertera dalam Al-Quran dan As-Sunnah. Al-Quran berisi petunjuk jalan lurus bagi orang-orang yang beriman dan juga pemberi peringatan bagi orang-orang yang ingkar. Allah tidak mungkin membiarkan ciptaannya kebingungan berjalan tanpa arah, lalu diturunkanlah firman-Nya melalui Rasul yang mulia Nabi Muhammad saw.

Tanpa memahami Al-Quran dan menjalankannya dalam kehidupan, orang-orang akan berjalan menuju jalan yang salah. Wallahu a’lam Bishshawab.[]

Comment