RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Economic Research Institute for ASEAN and East Asia (ERIA) bersama Australian Mission to ASEAN menggelar lokakarya perdana bertajuk Strategi Geoekonomi di Masa yang Tidak Pasti di Jakarta, Kamis, 22 Mei 2026. Kegiatan ini mempertemukan lebih dari 50 pejabat dan pakar dari negara-negara anggota ASEAN serta Australia untuk membahas penguatan ketahanan ekonomi kawasan.
Duta Besar Australia untuk ASEAN, Tiffany McDonald, mengatakan perkembangan global saat ini memberikan tekanan besar terhadap kawasan, mulai dari kenaikan harga bahan bakar, gangguan rantai pasokan, hingga stabilitas ekonomi secara umum.
“Australia mendukung teguh sentralitas ASEAN dan tatanan regional yang dipimpin ASEAN, termasuk perannya dalam merespons tantangan bersama,” ujar McDonald dalam keterangannya, Kamis, 22 Mei 2026.
Menurut dia, ASEAN dan Australia memiliki visi yang sama untuk menciptakan kawasan yang damai, stabil, dan makmur. Dukungan terhadap perdagangan berbasis aturan dengan Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO sebagai fondasi utama dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi regional.
McDonald juga menyoroti pentingnya kerja sama ekonomi berkualitas tinggi, termasuk melalui Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN–Australia–Selandia Baru atau AANZFTA.
Lokakarya tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari ERIA, University of Adelaide, Kementerian Luar Negeri Indonesia, serta Center for Strategic and International Studies. Para peserta membahas berbagai strategi menghadapi tantangan geoekonomi di tengah dinamika perdagangan global, geopolitik, dan rantai pasokan internasional.
Presiden ERIA, Tetsuya Watanabe, mengatakan ASEAN selama ini memperoleh manfaat besar dari model ekonomi terbuka. Karena itu, penguatan ketahanan ekonomi kawasan menjadi langkah penting agar ASEAN lebih siap menghadapi ketidakpastian global.
“ASEAN yang lebih kuat, bekerja sama erat dengan mitra dialog yang berkomitmen, akan berada pada posisi yang lebih baik untuk menavigasi perubahan lingkungan geoekonomi,” kata Watanabe.
Selain menjadi forum berbagi informasi terkait tren geoekonomi global, lokakarya ini juga menghasilkan berbagai rekomendasi praktis guna memperkuat ketahanan ekonomi kawasan, termasuk menjaga kelancaran perdagangan komoditas strategis seperti energi.
“Kami tetap berkomitmen bekerja sama dengan ASEAN untuk memperkuat ketahanan ekonomi, memperdalam kerja sama regional, dan mendukung arus perdagangan yang terbuka serta stabil,” ujar McDonald.[]









Comment