RADARINDONESIANEWS.COM, THAILAND — Tim dosen Universitas Djuanda menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Islamsart School Foundation, Phatthalung, Thailand, pada 20-23 Agustus 2026. Kegiatan ini berfokus pada peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) untuk pembelajaran.
Kegiatan bertajuk “Strengthening the TPACK Capacity of Islamic School Teachers in Facing the Artificial Intelligence Era through the School Capacity Building Approach” itu dipimpin Dr. Muhammad Rendi Ramdhani, M.Pd. Anggota tim terdiri atas Dr. Agus Priyatno, MM, Muhammad Kafnun, M.Pd., Rosidah Nur Fitriani, dan Andika Priambudi.
Program tersebut dilaksanakan di tengah perkembangan AI yang semakin masuk ke dunia pendidikan. Teknologi ini membuka peluang bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih adaptif dan sesuai dengan kebutuhan siswa.
Namun, penggunaan AI membutuhkan kemampuan menggabungkan teknologi, pedagogi, dan materi pembelajaran melalui kerangka Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK).
Tim Universitas Djuanda menggunakan pendekatan Community-Based Research (CBR) dan School Capacity Building. Pendekatan ini tidak hanya menyasar kemampuan individu guru, tetapi juga diarahkan untuk membangun komunitas belajar, budaya kolaborasi, dan dukungan kelembagaan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, guru memperoleh materi mengenai TPACK di era AI serta pelatihan menggunakan sejumlah perangkat AI. Mereka juga mempraktikkan integrasi teknologi tersebut ke dalam pembelajaran. Beberapa perangkat yang diperkenalkan antara lain Canva AI dan Gemini Story Book.
Diskusi dan pendampingan dilakukan agar guru dapat menyesuaikan pemanfaatan AI dengan kebutuhan pembelajaran di sekolah.
Ketua Tim PKM Internasional Universitas Djuanda, Dr. Muhammad Rendi Ramdhani, mengatakan kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup bagi guru di era AI.
“Guru perlu memahami bagaimana teknologi tersebut diintegrasikan dengan pedagogi dan materi pembelajaran secara tepat. Karena itu, TPACK menjadi penting agar pemanfaatan AI tidak sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Rendi mengatakan AI dapat digunakan untuk membantu guru merencanakan pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, melakukan asesmen, hingga menerapkan diferensiasi pembelajaran.
Menurut dia, pemanfaatannya tetap harus mempertimbangkan aspek pedagogis, etika, konteks siswa, dan tujuan pendidikan.
Kepala Sekolah Islamsart School Foundation, Summit Yareem, menyambut kegiatan tersebut. Ia mengatakan perkembangan AI menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Kegiatan penguatan kompetensi guru seperti ini sangat penting untuk membantu guru memahami dan menggunakan teknologi secara tepat dalam proses pendidikan,” kata Summit.
Rendi berharap kegiatan tersebut menjadi awal kerja sama yang lebih luas antara Universitas Djuanda dan Islamsart School Foundation. Kerja sama itu diharapkan mencakup pengembangan kapasitas guru, penelitian, publikasi, dan inovasi pendidikan berbasis teknologi.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi menjadi awal kerja sama yang berkelanjutan dengan mitra internasional,” ujar Rendi.
Tim Universitas Djuanda berharap program tersebut dapat meningkatkan kapasitas TPACK guru dan membentuk komunitas pembelajaran profesional. Komunitas itu diharapkan menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, praktik baik, dan inovasi pembelajaran secara berkelanjutan.
PKM Internasional ini didanai melalui Hibah Penelitian dan Pengabdian Dana Internal Perguruan Tinggi Skema Internasional Tahun 2026 melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Djuanda.
Pendanaan tersebut berdasarkan SK Rektor Universitas Djuanda Nomor 74/2026 dan Kontrak Hibah PKM Internasional Internal Nomor 844/01/K-X/VII/2026.[]









Comment