Warga Histeris Dalam Memorandum Satoe Tahun Penggusuran Rawajati

Berita1996 Views
Syarif, anggota DPRD DKI saat sampaikan aspirasi dan protes atas penggusuran paksa warga Rawajati beberapa bulan lalu.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Tepat 3 September 2016 lalu, puluhan warga rawajati harus menerima kenyataan pahit. Bertahan dan melawan ratusan satpol PP, Polisi dan TNI demi HAK nya yang telah diusik pemda DKI. 
Bukan hanya materi yang dirampas, kebiadaban satuan polisi pamong praja Jakarta selatan disebut anjing helder saat itu. Warga dihantam, ditendang, diseret dan bahkan tak pelak lagi, sekretsris Komisi A DPRD menjadi bulan bulanan satpol PP. Sungguh tragis dan tak punya hati mereka membantai warganya sendiri demi penguasa korup.
Saat ini, warga yang tersisa bersama Syarif Sekretaris Komisi A DPRD menggelar Satoe Tahun Penggusuran Warga Rawajati Jakarta Selatan di TKP puing puing sisa penggusuran yang kini tumbuh rerumputan. Dalam pidatonya, Syarif berikan semangat untuk terus berjuang dan raih kemenangan. 
“Perjuangan kita belum usai, harapan besar diCdepan mata kita untuk mengembalikan HAK warga Rawajati yang terampas.” ucap Syarif.
Memorendum satoe tahun penggusuran Rawajati di iringi isak tangis warga korban gusuran setelah menyaksikan pemutaran film flasback kejadian tragedi penggusuran rumah rumah mereka. 
“Kembalikan HAK kami dan singkirkan orang orang pemda DKI yang tak punya hati,” teriak warga serempak.[hart]

Comment