Akmal Malik Ajak Ormas Betawi Perkuat Persatuan dan Lestarikan Budaya Lokal

Budaya17 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik, mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) berbasis budaya untuk memperkuat persatuan nasional melalui pelestarian kearifan lokal.

Hal itu disampaikan Akmal saat menjadi pembicara utama dalam kegiatan Komunikasi Sosial dan Pemberdayaan Ormas Berbasis Kearifan Lokal yang diselenggarakan Dewan Adat Bamus Betawi di Kantor Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta (11/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Akmal mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Acara yang dipimpin Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, M. Rifqi, S.E., yang dikenal sebagai Eki Pitung, turut dihadiri Pembina Dewan Adat Bamus Betawi Mayjen TNI (Purn.) Fauka Noor Farid, Brigjen TNI Parlu Hutan, Jawara Ida Panglingsir Agung dari Bali secara daring, serta perwakilan berbagai komunitas budaya dan jawara dari sejumlah daerah.

Dalam paparannya bertajuk “Pluralitas Budaya Indonesia dan Peran Historis Ormas”, Akmal menegaskan bahwa pencak silat merupakan warisan budaya Nusantara yang harus dijaga bersama, bukan diperdebatkan asal-usul kepemilikannya.

“Betawi harus menjadi perekat persatuan. Pencak silat adalah milik Nusantara. Sebagai ibu kota, Jakarta harus mampu menjaga dan melestarikan budaya silat Betawi sebagai bagian dari penguatan persatuan Indonesia,” ujar Akmal.

Ia juga mengutip pepatah, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”, sebagai pengingat pentingnya menghormati budaya setempat serta membangun semangat sportivitas dan kebersamaan.

Akmal mengaku memiliki latar belakang sebagai pesilat asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dan menyatakan siap mempererat silaturahmi antarkomunitas budaya di Indonesia.

Menurut Akmal, Kemendagri saat ini membina ratusan organisasi kemasyarakatan, termasuk Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).

Ia berharap sinergi antara pemerintah dan ormas budaya terus diperkuat melalui regulasi dan kolaborasi yang berorientasi pada penguatan wawasan kebangsaan, ketahanan sosial, serta pelestarian kearifan lokal.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi Eki Pitung menegaskan bahwa masyarakat Betawi harus mampu menunjukkan citra yang positif di tengah kehidupan ibu kota.

“Budaya Betawi tidak boleh hanya hadir sebagai seremoni. Harus ada pembinaan yang berkelanjutan agar masyarakat Betawi menjadi produktif, memiliki ruang berkarya, serta berkontribusi nyata bagi bangsa,” kata Eki.

Ia mendorong adanya pelatihan, pembinaan, dan pemberdayaan masyarakat Betawi agar dapat berperan aktif di berbagai sektor, termasuk mendukung keamanan lingkungan melalui koordinasi dengan pemerintah dan berbagai kementerian.

Menurut Eki, pelestarian budaya Betawi harus berjalan seiring dengan penguatan nilai-nilai kebangsaan sehingga mampu memberikan kontribusi dalam menjaga ketertiban masyarakat serta menghadapi berbagai tantangan sosial di lingkungan sekitar.[]

Comment