by

Albert Harefa: Tidak Ada Tuhan Saat Itu

Albert Harefa
RADARINDONESIANEWS.COM, NIAS – Tepatnya pada Jumat (15/03), Masjid Linwood dan Masjid An Noor, di Christchurch, mencatat kesaksian bisu para Jama’ah dalam ingatan sejarah kelam di Selandia Baru.

Lesatan peluru yang dilayangkan oleh Brenton Tarrant (28), warga Australia itu seakan telah memilih tuan nya masing-masing. Doa yang dipanjatkan pun menjadi mantra penyelamat.

Suasana khusyuk seketika berubah haluan menjadi rasa takut, tangis dari orang terkasih seolah bersepakat mengucur mengiringi kepergian pemanjat Doa. 

Lain halnya dengan Brenton, tak ada tangis, Doa atau pun pembenaran atas perbuatan keji yang dilakukannya, yang ada hanyalah kutukan, cacian dan kecaman dari seluruh penjuru belahan bumi.

Tidak ada Tuhan saat itu, semua saling menyalahkan, membenarkan diri dan tampil bagaikan penyelamat 24 jam.

Masihkah ada Kasih? 

Percayalah, cara pembalasan terbaik adalah saling mendoakan bukan menunggu untuk di doakan.[]

Penulis adalah wartawan radarindonesianews.com Nias

Comment

Rekomendasi Berita