by

Anna Ummu Maryam: Aksi Mahasiswa Memanas Kampus Dan Dosen Kena Imbas

Anna Ummu Maryam

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Aksi demo mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh, Selasa (26/3/2019) semakin memanas. Mahasiswa dalam aksinya ikut menyegel kampus dengan mengelas ruangan sehingga aktivitas perkuliahan terhenti total.


Demo ribuan mahasiswa dengan meneriakan yel-yel terkait isu jual beli jabatan ketua STAIN yang kini senter diperbincangkan. Bahkan aksi ini berujung pada pembakaran ban di depan kampus.

Tak Terima Keputusan

Inilah sebenarnya yang dirasakan oleh mahasiswa dan beberapa orang dalam lingkungan kampus atas lengsernya ketua STAI sebelumnya. Pasalnya kandidat ketua sekarang dianggab bukanlah ekspektasi dari harapan mahasiswa.

Aroma persaingan dan kepentingan  jual beli jabatan dianggab amat kuat oleh mahasiswa sehingga keputusan pergantian Ketua STAI dianggab kurang tepat. Hal inilah yang melatarbelakangi aksi ini terjadi.

Sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Dema STAIN selaku koordinator aksi, Muktaruddin kepada wartawan mengatakan tiga tuntutan yakni menuntut ketua STAIN untuk mundur yang dijabat saat ini dinilai cacat hukum dan menghentikan semua aktivitas perkulihan sebelum kasus ini selesai.

 ” Kami meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) turun ke STAIN. Aksi ini akan terus kami lancarkan hingga tuntutan ditindaklanjuti,” katanya.

Kapitalis Lumpuhkan Pendidikan

Dalam dunia kapitalis yang berazaskan mamfaat dan kepentingan sebenarnya memungkinkan hal ini terjadi. Karena pemikiran dan perhatian hanyalah tertuju pada mamfaat apa yang akan diperoleh dalam mrlakukan segala sesuatu.

Termasuk dunia pendidikan,  maka hal yang dilihat juga seperti itu,  semakin tinggi jabatan seseorang maka semakin besarlah pengaruhnya. Semakin besar jabatannya semakin besar pula materi yang didapatkan.

Biaya kuliah di kampus negeri berstatus Perguruan Tinggi Negeri dengan Badan Hukum (PTN-BH) bakal semakin mahal. Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir memberi keleluasaan penuh ke PTN-BH untuk berkreasi, menggalang dana dari masyarakat.

Bahkan memberi keleluasaan PTN-BH menggaji rektor hingga Rp100 juta per bulan. Ini disampaikan Nasir usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2017 yang disusul peresmian Gedung Riset di areal Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Selasa (2/5/2017).

Begitu juga dengan jual beli jabatan yang akhir – akhir ini kembali mencuat. Dan sebenarnya ini bukan hal yang baru namun yang baru adalah ketika berita ini diketahuinya oleh banyak orang.

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD 
angkat bicara ihwal dugaan transaksi jual beli jabatan rektor sejumlah PTKIN yakni Universitas Islam Negeri (UIN) di Indonesia, yang berada di bawah Kemenag.

Dan itu bukan berlebihan dan kebohongan, karena tidak mungkin beliau angkat bicara kalau tidak sesuai fakta. Terlebih lagi beliau adalah Mantan Hakim dan memiliki hubungan kuat dengan badan hukum lainnya.

Dunia Pendidikan Islam

Islam menjadikan urusan pendidikan adalah sesuatu yang amat penting. Bahkan Allah Swt telah memberikan khabar kepada manusia bagaimana kedudukannya dihadapan Allah dalam Al – Qur’an.
Surat Al-a’alq ayat 1-5:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ {1} خَلَقَ الإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ {2} اقْرَأْ وَرَبُّكَ اْلأَكْرَمُ {3} الَّذِي عَلَّمَ ابِالْقَلَمِ {4} عَلَّمَ اْلإِنسَانَ مَالَمْ يَعْلَمْ {5}

Artinya :”Bacalah dengan (menyebut) nama tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah, dan tuhanmu lah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam.Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahui.

Surat Al-Mujadalah ayat 11:

يَرْفَعِ اللهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ…………

Artinya :”Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan.”(QS.Al-Mujadalah:11)

Ini pulalah yang melatarbelakangi kebijakan dan bentuk pelayanan negara pada dunia pendidikan.

Tujuan pendidikan dalam islam adalah untuk meningkat iman dan menjadikan keilmuan yang dimiliki manusia untuk memudahkan urusannya dunia dan Akhiratnya.

Maka penguasa dan negara adalah pelayan dan penerap aturan Islam dalam seluruh aspek kehidupan tak terkecuali dunia pendidikan.

Berbagai sarana dan fasilitas dan juga ketersediaan para guru adalah murni tanggung jawab negara bahkan layanan ini digratiskan.

Kenyamanan dan kesejahteraan baik bagi peserta didik dan para guru juga hal yang utama yang harus diperhatikan sehingga meminimalkan tindakan kecurangan dan korupsi di dalam dunia pendidikan.[]

Comment

Rekomendasi Berita