by

Beginilah Kondisi Saudara Kita Di Palestina

-Opini-15 views

 

Oleh: Von Edison Alouisci

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Rumah rumah hancur. Mereka tinggal di tempat yang tidak layak huni. Anak anak yatim piatu tiap hari kelaparan membawa panji, berharap dapat bagian makanan dari kami jika masih ada.

Betapa sering diri ini menangis namun air mata seakan telah kering melihat pemandangan yang tidak pernah saya lupakan sepanjang sejarah hidup.

Nun jauh di sana, negara lain, mereka masih bisa hidup layak, anak anak masih bisa sekolah, mereka yatim piatu namun masih ada orang yang peduli menempatkan mereka di tempat yang masih nyaman dan masih bisa makan, mandi dan belajar.

Tetapi lihatlah anak anak Palestina dan para ibu di sana. Mereka hanya berusaha bertahan hidup di sisa umur yang masih ada.

Sepanjang tahun 2020 hingga sekarang, lebih dari 900 jiwa anak anak melayang dibunuh, diculik, dimutilasi di mana perdagangan tubuh manusia marak di israrel.

Bagi yang masih hidup berusaha bertahan,cbersembunyi, bahkan pada puncak asa, mereka kemudian berani melawan karena berfikir cepat atau lambat mereka akan mati.

Anak anak merasa cukup tenang ketika para pemuda, mujahidin ada di dekat mereka, namun wilayah Palestine yang masih cukup luas walau tinggal sisa di beberapa tempat mesti perlu perhatian pula.

Kadang hati sangat tidak tega jika kadang terpaksa harus meninggalkan mereka karena di tempat lain ada pula yang menanti perlindungan dan bantuan kami.

Berpindah pindah tempat sangat melelahkan saya, demi menjaga mereka semua dan kadang kami sulit melakukannya sebab liciknya zionis membunuh, menculik dan lain sebagainya saat kami justru sedang melindungi warga di tempat lain.

Anak anak itu, demi Allah – sangat butuh bantuan siapapun dan kami tentu tidak bisa berbuat lebih dari sekedar yang bisa diusahakan dan itupun seringkali dihina dan dicemoh orang orang di luar sana yang tidak melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Hanya ini sedikit cerita dari saya dan pada pokoknya tragedi kemanusiaan di tanah Palestine bagi saya sudah melampaui batas moral dan kekecewaan paling tinggi yang ada dalam hati saya.

Betapa banyak manusia berwajah islam namun hanya jadi pendengar dan menonton setiap musibah yang terjadi di Palestina dan tidak berusaha berbuat apa yang terbaik pada sesamanya yang sedang teraniaya.[]

*Al Qassam Brigade

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − sixteen =

Rekomendasi Berita