by

Berhentilah Berharap Kepada Manusia

 

 

Oleh: Puput Hariyani, S.Si, Pendidik Generasi

____________

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Sahabat, sebesar harapanmu kepada manusia, maka sebesar itu pula kamu harus bersiap untuk kecewa.

I’ve felt all the bitterness in life and the most bitter is to hope in humans._

Ali bin Abi Thalib menganalogkan dari semua kepahitan yang pernah dia rasakan, maka tidak ada rasa pahit yang melebihi pahitnya berharap kepada manusia.

Sahabat, mungkin kita sering berharap kepada seseorang namun berakhir dengan kekecewaan. Orang yang awalnya berbaik hati dengan kita namun kenyataan justru sebaliknya. Dia yang dulu menjanjikan segalanya, namun kini tinggal dusta. Kata-kata manisnya tak lagi bermakna.

Maka berharaplah kepada Dia yang tidak akan pernah mengkhianati kita. Dia yang tidak akan pernah menyakiti kita. Dia yang tidak akan pernah mendustai kita. Dia yang tidak akan pernah meninggalkan kita dan Dia yang selalu ada untuk kita. Cinta kita pada-Nya tidak akan pernah bertepuk sebelah tangan. Cinta kita pada-Nya dan besarnya pengharapan akan terbayar kontan.

Dia lah Allah SWT. Dia lah Maha Penolong. Maha Pemurah. Jika kita bergantung pada-Nya, tidak ada yang mustahil. Jika kita letakkan dan berikan segala pengharapan kepada Allah, kita berbaik sangka kepada-Nya maka tidak akan ada kata yang tidak mungkin. Tidak akan mudah putus asa dalam kamus hidup seorang mukmin.

Karena putus asa bukanlah sifat seseorang yang beriman kepada Allah. Allah selalu bilang jangan pernah berputus asa dari Rahmat Allah SWT.

Allah berfirman dalam surat Az Zumar: 53-54 yang artinya, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi).”

Mashaa Allah, melalui surat cinta ini Allah ingin sampaikan kepada kita bahwa Dia memberikan jaminan kepada seluruh umatnya untuk tidak pernah berputus asa dari rahmat- Nya. Ayat ini sekaligus membawa kabar gembira bahwa Allah akan mengampuni setiap dosa hamba-Nya baik yang besar maupun kecil.

Sahabat, begitu loyalnya Allah kepada kita. Jika dihitung-hitung nikmat Allah, maka seluruh panca indra yang kita punya difungsikan tak akan mampu mengkalkulasinya.

Sahabat coba kita tanyakan pada diri kita sendiri. Apa yang tidak Allah kasih untuk kita. Berapa kali kita dibuat baper, seberapa sering kita dibuat melting karena-Nya.

Allah kasih oksigen secara gratis. Allah kasih hujan, panas secara cuma-cuma. Allah kasih jantung, mata, hati, paru-paru dan seluruh kesempurnaan anggota tubuh tanpa menotalnya untuk dibayar.

Allah pun sertakan manual book berupa Alquran agar manusia tidak tersesat dalam mengarungi kehidupan ini. Kurang apa coba? Betapa sayangnya Allah sama kita. Adakah sedikit saja rasa malu jika kita tidak taat? Padahal hanya satu pinta-Nya. Mintalah dan berharaplah pada-Nya serta Taati Dia.

Sahabat, berhentilah berharap kepada manusia. Jangan mudah terbawa perasaan karenanya. Meminta lah kepada Allah untuk menetapkan kecintaan hati ini hanya kepada-Nya. Menetapkan jiwa ini untuk bergantung dan berharap hanya kepada Allah SWT. Wallahu’alam bi ash-showab.[]

Comment