Bupati Faida Tekan Penyebaran Difteri Di Kabupaten Jember Melalui ORI

Berita1259 Views
dr. Hj. Faida MMR saat laksanakan ORI.[Joko/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JEMBER – Tinggi tingkat kematian bayi dan anak akibat terjangkitnya virus difteri membuat Gubernur Jawa Timur, DR. H. Soekarwo menetapkan bahwa penyakit difteri merupakan  Kasus Luar Biasa (KLB) di Jawa Timur. 
Meski Kabupaten Jember tidak termasuk Kabupaten/Kota KLB namun Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, bergerak bersama seluruh elemen masyarakat lakukan “Gropyokan” vaksinisasi difteri di seluruh Kabupaten Jember dengan Outbreak Response Immunization (ORI) di Balai Serba Guna, GOR Kaliwates, Kamis (22/2/2018).. 
Kegiatan ini juga melibatkan semua elemen pendidikan mulai TK/PAUD, SD/MI, SMP/MTs, Pondok Pesantren dan para kader posyandu termasuk semua Rumah Sakit yang ada di Kabupaten Jember. 
Sebagai langkah antisipatif, Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR, mencanangkan sekaligus mendeklarasikan Jember sebagai Kabupaten Bebas Wabah Difteri untuk Anak-anak. 
Ada total sekitar 680.545 anak yang akan mendapatkan pelayanan pemberian imunisasi difteri pada tahun ini.  Pemberian imunisasi vaksin anti difteri ini rencananya akan dilakukan di seluruh lembaga sekolah mulai dari SD/MI, SMP/ MTs, SMA/MA, di seluruh Wilayah Kabupaten Jember, termasuk lembaga Pondok Pesantren dan Perguruan tinggi
Dalam sambutannya, Bupati Faida secara tegas menyampaikan bahwa pemberian vaksin ini bukan sekedar pemenuhan layanan kesehatan bagi masyarakat Jember akan tetapi merupakan pemenuhan hak anak untuk sehat dan bertumbuh kembang sebagai generasi emas yang berkualitas. 
“ORI ini bukan sekedar hanya layanan kesehatan. Tapi ini adalah langkah kita semua untuk memenuhi Hak anak-anak kita agar kelak bisa tumbuh dewasa secara sehat dan berkualitas sebagai Generasi penerus Bangsa”, tegasnya. 
Bupati alumni Kedokteraan Unair ini juga menegaskan pentingnya para generasi penerus Bangsa untuk mendapatkan perhatian yang lebih dari sisi kesehatan. 
Bupati Faida juga memerintahkan agar semua puskesmas mendata anak-anak sasaran imunisasi difteri pada usia 1 sampai dengan diatas 19 tahun dan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pemberian vaksin difteri ini. 
Bupati Faida juga menegaskan bahwa keterlibatan Kodim 0824 Jember ini menunjukkan tanggung jawab kesehatan khususnya Kesehatan anak-anak Jember bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten saja, akan tetapi menjadi tanggung jawab bersama.[Joko]

Comment