by

Cantik dan Baik, Kenalkan Dokter Amalia yang Bekerja di Pedalaman Papua

copyright Facebook.com/ Amalia Usmaianti
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sosok wanita muda ini sudah sepantasnya membuat kita bangga. Di usianya yang masih sangat muda, ia rela bekerja di pedalaman Papua tanpa mengenal lelah setiap harinya sebagai seorang tenaga medis untuk warga setempat. 

Namanya Amalia Usmaianti. Mungkin namanya masih cukup asing buat kita, tapi akhir-akhir ini namanya terus mencuri perhatian warganet. Kisah-kisah yang ia bagikan di akun sosial media pribadinya facebook selama mengabdi menjadi tenaga medis di Papua mampu membuat semua orang bangga dan kagum akan sosoknya.


Dokter Amalia saat bertugas menjadi di Papua/copyright Facebook.com/Amalia Usmaianti
“Aku beri terapi di tengah jalan, pasien masih dibopong berjalan, 400 meteran jalan, pingsan. Kami lalu membuat tandu untuk mengangkat pasien. Mau kembali ke puskesmas jaraknya sangat jauh dan hari pun mulai gelap, takut kelamaan dan khawatir ada ular. Kami pun lanjut ke desa Tembutka,” ungkap Amalia. 

Melansir dari laman bintang.com, Amalia merupakan dokter muda lulusan sebuah Universitas di Sumatera. Ia mendapat tugas menjadi tenaga medis di pedalaman Papua sejak Mei 2017 dan sampai saat ini ia rajin menceritakan kisahnya selama bekerja juga membagikan foto-foto bagaimana keseharian masyarakat Papua khususnya masyarakat di tempat di mana ia bertugas.


Dokter Amalia bersama anak-anak di tempat di mana ia bertugas/copyright Facebook.com/Amalia Ismaianti

“Aku rasa kami hanyalah perantara agar desa tersebut dilihat oleh dunia luar. Bahwa masih ada tempat yang ditinggali masyarakat Indonesia yang jauh dari kita, jauh dari alat komunikasi yang belum ada listrik, sinyal radio dan masih banyak lagi.” Tulis Amalia di akun sosial pribadinya. 

Mengenai kisahnya ini, banyak warganet yang merasa bangga dan kagum dengan Amalia. Ia telah menjadi sosok inspiratif yang rela bekerja dan berjuang dengan tulus tanpa pamrih. Semangat terus Amalia, semoga kebaikan selalu menyertaimu. [vem]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 + 12 =

Rekomendasi Berita