Dibalik Kematian Deborah, Camel Ingatkan Rumah Sakit Jangan Cari Untung

Berita3634 Views
Camelia Pamduwinata Lubis [Dok/ist]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Artis dan Politisi muda, Camelia Pamduwinata Lubis mengaku prihatin atas meninggalnya bayi Debora Simanjorang. Camel pun mengingatkan tugas utama rumah sakit adalah menyelamatkan jiwa seseorang, bukan mencari keuntungan.

“Perlu saya tegaskan di sini, saya minta tolong betul, misi utama dokter, misi utama rumah sakit adalah menolong, menyelamatkan jiwa orang lain,” kata Camel di Jakarta, Kamis (13/9/2017).
Dia tidak membenarkan jika ada rumah sakit yang tak mengindahkan fungsi sosialnya demi mencari keuntungan. “Kalau dia hanya berorientasi kepada keuntungan semata, itu sudah enggak bener, sudah melenceng,” ucapnya.
Oleh karena itu, seharusnya rumah sakit memberikan penanganan terlebih dahulu tanpa menghitung-hitung biayanya.

“Rumah sakit atau dokter itu skala prioritasnya adalah memberikan penanganan terlebih dahulu secara maksimal pada siapa pun, tanpa menghitung-hitung berapa biayanya, tangani dulu,” ujar Camel.
Camel mengaku tahu, selama ini, ada intrik di rumah sakit. Permainan tersebut bertujuan mencari keuntungan sebanyak-banyaknya dengan memberi penanganan ke pasien yang tidak diperlukan.

“Ya (ada permainan), kadang-kadang faktor keuntungan lebih didahulukan. Misalnya luka sedikit saja misalnya tulang yang tidak perlu dioperasi, tapi harus dioperasi, apalagi ditarik dikit saja bisa, misalnya,” ungkapnya
Camel meminta Dinkes DKI investigasi ada atau tidaknya pengabaian dari pihak Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres terkait meninggalnya bayi Deborah.

Oleh sebab itu, kata Camel, dia minta supaya direksi Rumah Sakit Mitra Keluarga diundang untuk menekankan ini.

“Tanggung jawab rumah sakit itu menyelamatkan orang lain,” kata Camel.

Camel juga meminta agar tiap rumah sakit, baik swasta maupun pemerintah profesional menangani pasien.
“Kemudian kalau memberikan penanganan pada pasien itu yang proporsional. Kalau enggak perlu operasi, enggak usah operasi. Kalau perlu pengobatan, tidak harus semuanya dengan hitung-hitungan, diberikan penanganan berlebih sehingga biayanya mahal,” tegasnya. (rw*)

Comment