by

Didi Diah, S.Kom*: Ramadhan Bulan Perjuangan

Didi Diah, S.Kom
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Bagi setiap muslim, bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan baik yang muda maupun tua. Karena Puasa Ramadhan merupakan sebuah kewajiban seperti  yang dijelaskan di dalam Al Quran surat Al Baqoroh : 183
Dalil Al-Qur’an

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ
Wahai orang-orang yang beriman, Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa. (Q.S. Al-Baqarah/2: 183)
Namun, selain karena kewajiban, bulan Ramadhan juga merupakan Junnah (perisai) bagi individu agar senantiasa berada di dalam ketaatan dan terjaga dari kedurhakaan. 
Dalam hadits-hadits Rasulullah, kata “junnah” atau perisai digunakan pada dua hal: puasa dan pemimpin. Perisai pertama adalah puasa, dimana dalam sebuah hadits, Nabi shallahu ‘alaihi wa salam bersabda, 
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
“Puasa adalah perisai” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Puasa sebagai perisai (جُنَّةٌ)  adalah puasa yang akan melindungi pelakunya di dunia dan juga di akhirat, di dunia terlindung dari nafsu syahwat yang merusak, sementara di akhirat terlindungi dari siksa neraka. 
Dengan puasa Ramadhan, umat disadarkan bahwa Ramadhan bukan hanya menahan haus dan lapar saja, namun juga bertujuan untuk mewujudkan kesholehan individu dan umat. 
Bagaimana kita mengingat perjuangan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, melakukan peperangan  besar maupun kecil yng dilakukan di bulan Ramadhan, diantaranya : 
1. Perang Badar
Perang besar atau Al Kubra, terjadi pada bulan Ramadhan tahub kedua Hijriyah, tepatnya 17 Ramadhan. 
2. Perang Tabuk
Perang yang dimulai pada bulan Rajab kesembilan Hijriyah dan Rasul baru kembali dari medan peperangan  tanggal 26 Ramadhan 630 M. 
3. Perang Ain Jalut 
Perang yang tidak terlalu besar, namun perang ini terjadi pada 15 Ramadhan 658 H atau 1260 M. Perang antara Bani Mamluk ( sekarang Turki ) dengan Smanish Mongol. Dan dalam peperangan ini Islam meraih kemenangan. 
Betapa sungguh luar biasanya kaum muslimin. Tak jera dengan ujian dan deraan, semuanya dilalui dengan kesungguhan. Lewat peperangan tersebut kita disadarkan tidak ada yang lebih sulit selain peperangan hingga merengang nyawa di bulan mulia. 
Ramadhan bulan penuh perjuangan, seyogyanya mampu menjadikan diri ini lebih banyak berbuat kebajikan, bukan hanya untuk diri sendiri namun bisa memberikan manfaat bagi umat dan negara. 
Kesholehan jiwa didapat manakala kita menjadikan Islam sebagai satu satunya aturan dalam kehidupan,  baik individu,  keluarga masyarakat maupun negara. Bahkan mempunyai keimanan yang kuat agar mampu melaksanakan dan menegakkan Syariat Islam yang juga berfungsi sebagai Junnah. 
Moga, kita semua akan menjadi pribadi-pribadi tangguh yang dapat menyelamatkan negeri ini dari keterpurukan dan mampu menghalau aktifitas yang dapat menyebabkan kemungkaran, hingga Allah tidak akan menurunkan azabNya. Nau’dzubillahi mindzalik. Wallahu’alam Bishowwab.[]

*Kepala Sekolah Tahfizh Quran Khoiru Ummah Ciledug

Comment

Rekomendasi Berita