RADARINDONESIANEWS. COM, JAKARTA — Inovasi sederhana namun berdampak besar lahir dari para petani di Kudus. Paguyuban Persaudaraan Petani Pati Raya yang tergabung dalam Fakultas Organik BG Farm Kudus mengolah limbah kulit kelapa muda (degan) menjadi pupuk organik bernutrisi tinggi.
Gerakan ini dipelopori oleh Taufiq, koordinator kelompok tani Fakultas Organik BG Farm. Ia mengatakan program tersebut sebenarnya telah berjalan sejak dua tahun lalu, namun kini mulai diintensifkan.“Alhamdulillah, kegiatan ini sudah kita mulai sejak dua tahun lalu. Saat ini akan lebih kita intensifkan lagi pengolahannya,” ujar Taufiq, Sabtu (4/4/2026).
Menurut dia, program ini berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya limbah kulit degan yang berserakan, serta keluhan pedagang yang kesulitan membuangnya. Dari situ, kelompok tani melihat potensi limbah tersebut untuk diolah menjadi produk bernilai.
“Daripada jadi sampah, kenapa tidak kita olah jadi berkah,” katanya.
Pengolahan pupuk dilakukan secara manual di lahan milik BG Farm tanpa menggunakan mesin pencacah. Para pengurus dan anggota terlibat langsung dalam proses produksi sekaligus menjadikannya sebagai sarana edukasi bagi santri tentang kemandirian dan kepedulian lingkungan.
Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan menyusun kulit kelapa secara berlapis bersama tanah dalam lubang fermentasi. Campuran tersebut kemudian disiram larutan air, dedak, garam, dan mikroorganisme lokal.
Setelah difermentasi selama dua hingga tiga bulan, limbah berubah menjadi pupuk organik yang gembur, tidak berbau, dan kaya unsur hara.
Pupuk ini mengandung kalium alami yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman, memperbaiki struktur tanah, serta meningkatkan kualitas hasil panen. Tanaman buah seperti pisang, mangga, dan jeruk disebut menjadi lebih manis dan sehat.
Selain menghasilkan pupuk, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan. Limbah yang sebelumnya menjadi persoalan kini diubah menjadi solusi berkelanjutan bagi sektor pertanian.
“Ini bukan sekadar pupuk, tapi gerakan perubahan. Dari sampah menjadi berkah, dari limbah menjadi emas,” ujar salah satu penggerak.[]











Comment