RADARINDONESIANEWS .COM, NEW YORK — Kiprah Jusuf Kalla dalam bidang perdamaian dan kemanusiaan dinilai sebagai salah satu kontribusi besar bagi bangsa Indonesia. Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia itu disebut memiliki peran strategis dalam meredam berbagai konflik, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Demikian ungkap Dr Shamsi Ali, Lc melalui rilis ke Redaksi, Rabu (22/4/2026)
Jusuf Kalla, tambah Shamsi, merupakan satu-satunya tokoh yang pernah menjabat wakil presiden sebanyak dua kali di bawah dua presiden berbeda, yakni Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo.
Selain dikenal sebagai politisi, ia juga kerap disebut sebagai sosok “multi-talented”: pengusaha, politisi, budayawan, humanitarian, pejuang sosial, dan agamawan.
“Tidak mudah menggambarkan sosok Jusuf Kalla. Ia adalah figur ‘multi-talented’, seorang pebisnis sukses, politisi ulung, hingga humanitarian sejati. Saya menyebutnya Tiger of the East,” kata Shamsi Ali, diaspora Indonesia di New York.
Menurut Shamsi Ali, jauh sebelum terjun ke politik nasional, Jusuf Kalla telah dikenal luas di kawasan Indonesia Timur, khususnya Sulawesi Selatan, sebagai saudagar sekaligus tokoh sosial. Keluarga Kalla dikenal memiliki rekam jejak kuat dalam bidang perdagangan, keagamaan, serta pelayanan sosial dan kemanusiaan.
Momentum reformasi 1998 menjadi titik penting yang memperluas peran Jusuf Kalla ke tingkat nasional. Dalam periode tersebut, Indonesia menghadapi berbagai konflik horizontal yang mengancam persatuan bangsa.
A Man of Peace and Peacemaker
Di Maluku, konflik bernuansa agama menyebabkan kerusakan besar, baik dari sisi korban jiwa maupun runtuhnya kepercayaan antarwarga. Kelompok-kelompok masyarakat yang sebelumnya hidup berdampingan terlibat dalam konflik terbuka, termasuk munculnya kelompok-kelompok bersenjata.
Jusuf Kalla, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, turun langsung ke lapangan dan mendorong rekonsiliasi.
“Ia mampu membangun kembali mutual trust di antara masyarakat yang bertikai, sehingga nilai toleransi dan kebersamaan bisa kembali tumbuh,” jelas Shamsi Ali yang juga menjabat Direktur Jamaica Muslim Center New York.
Konflik serupa juga terjadi di Poso, Sulawesi Tengah. Selain menimbulkan korban jiwa dan kerugian materi, konflik ini berpotensi meluas karena adanya indikasi keterlibatan pihak luar yang menjadikan wilayah tersebut sebagai safe haven.
Dalam situasi tersebut, pendekatan dialog yang dilakukan Jusuf Kalla dinilai mampu meredam eskalasi konflik.
“Dengan langkah sederhana namun tegas, Jusuf Kalla mampu mempertemukan pihak-pihak yang bertikai dan menghentikan kekerasan,” ujar Shamsi.
Keberhasilan terbesar lainnya tercatat dalam penyelesaian konflik Aceh. Konflik panjang antara pemerintah dan Gerakan Aceh Merdeka dipicu oleh persoalan politik, etnis, serta ketimpangan hubungan pusat dan daerah.
Kesepakatan damai yang dicapai menjadi tonggak penting dalam menjaga keutuhan NKRI dan mendapat perhatian dunia internasional.
“Perdamaian Aceh adalah salah satu capaian monumental Indonesia dalam penyelesaian konflik yang kompleks dan berkepanjangan.”
Kiprah Perdamaian Internasional
Selain di dalam negeri, Jusuf Kalla juga disebut memiliki peran dalam berbagai upaya perdamaian internasional. Ia dikabarkan terlibat dalam proses dialog di Thailand Selatan dan Filipina Selatan, termasuk dalam isu Bangsa Moro.
Shamsi Ali juga mengungkapkan keterlibatan Jusuf Kalla dalam upaya mendamaikan faksi-faksi yang bertikai di Afghanistan. Ia menyebut pernah menghadiri pertemuan yang mempertemukan ulama dari Indonesia, Pakistan, dan Afghanistan di Istana Bogor.
Meski belum menghasilkan kesepakatan konkret, inisiatif tersebut dinilai sebagai bagian penting dari diplomasi Indonesia di tingkat global.
Pengabdian Tanpa Batas
Di luar jabatan formal, Jusuf Kalla dinilai tetap aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan diplomasi informal. Ia kerap menjadi rujukan berbagai pihak, termasuk diplomat dan tokoh nasional, dalam menghadapi situasi krisis.
Dalam konteks isu nasional, Jusuf Kalla juga dikenal sebagai figur yang speaking by heart and mind, yakni menyampaikan pandangan secara terbuka meskipun tidak selalu populer.
“Meski tidak lagi menjabat, pengaruh Jusuf Kalla dalam isu-isu strategis nasional dan internasional masih terasa hingga kini,” kata Shamsi Ali.
Shamsi Ali menilai, kontribusi Jusuf Kalla dalam bidang perdamaian dan kemanusiaan menjadikannya sebagai salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia modern.
Ia menyebut, pengabdian Jusuf Kalla tidak hanya berdampak pada stabilitas nasional, tetapi juga memberikan kontribusi dalam upaya mewujudkan perdamaian dunia.
“Ia adalah one of the finest Indonesians yang kontribusinya akan selalu dikenang.” imbuh Shamsi.[]









Comment