Dulu Sering Dibully, Cewek Dyslexia Ini Buktikan Bisa Raih IPK Tertinggi

Berita1246 Views
copyright facebook.com/Phoebe Stothard
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sebuah kekurangan yang ada pada diri seseorang tak jarang membuatnya
diremehkah hingga menjadikannya sebagai bahan bullyan. Juga, ketika
seseorang tersebut tampak lemah, tak berdaya dan pasrah ketika ada orang
lain yang meremehkannya. Dan salah satu cara untuk menghentikan bullyan
ini adalah membuktikan bahwa dengan segala kekurangan juga keterbatasan
yang ada dalam diri, ini justru bisa membawanya mendapatkan prestasi
gemilang.

Seorang gadis cantik bernama Phoebe Stothard adalah
salah satu sekian banyak orang yang akhirnya bisa membungkam para
pembullynya, dan menunjukkan bahwa mereka semua tak berhak meremehkan
orang-orang yang memiliki kekurangan. Dilansir dari laman vix.com,
Phoebe merupakan seorang penyandang Dyslexia (susah membaca),
Dyscalculia (kesulitan untuk memahami angka), Dysgraphia (susah menulis)
dan ADHD (kesulitan untuk berkonsentrasi).

Karena
kesulitan-kesulitan inilah, ia menjadi susah belajar. Ia juga tidak bisa
dengan mudah menangkap setiap pelajaran yang diajarkan oleh
guru-gurunya di sekolah. Ia pun sering diejek oleh teman-temannya,
dibully habis-habisan dan dinilai sangat bodoh. Bahkan, guru-gurunya di
sekolah tak jarang meremehkan kemampuannya.

Masa-masa di sekolah
menjadi masa yang begitu berat bagi Phoebe. Namun ia tak mau menyerah.
Ia terus berusaha dan melakukan yang terbaik. Usahanya pun tak sia-sia,
ia bisa lulus dari sekolahnya dengan nilai yang cukup baik. Ia bahkan
diterima di universitas dan berhasil lulus dengan perolehan nilai
terbaik.


Phoebe mampu menunjukkan yang terbaik meski ia memiliki berbagai kekurangan/copyright facebook.com/Phoebe Stothard
 
Phoebe merupakan lulusan terbaik
di University of Technology Student, bidang Public Communication. Di
akun sosial pribadinya yakni facebook, gadis ini menuliskan kisahnya
sembari memposting fotonya sambil membawa piagam penghargaan sebagai
pemeroleh nilai terbaik. Phoebe mengucapkan terima kasih pada gurunya
yang pernah mengatakan bahwa ia harus ke luar dari sekolah karena
kehadirannya bisa mempengaruhi penilaian terhadap semua murid.

Ia
juga mengucapkan terima kasih pada dosennya yang sering menghakiminya
di depan kelas dan membuatnya menangis karena ia salah mengucap kata.
Juga, kepada beberapa orangtua murid lain yang tak ingin ia duduk di
sebelah anaknya karena ia takut kebodohan pada diri Phoebe menular pada
anaknya.

Phoebe kali ini ingin menunjukkan bahwa ia bisa menjadi
terbaik dan tak sebodoh dengan apa yang mereka kira. “Dengan bangga aku
mengatakan saat ini aku meraih GPA (Grade Point Average/IPK) tertinggi
dalam studi yang aku pelajari,” tulisnya.

Dengan postingannya
ini, Phoebe ingin agar apa yang pernah dialami olehnya di masa sekolah
tak pernah dialami anak-anak lain yang memiliki kekurangan sepertinya.
Ia juga berharap bahwa setiap orangtua dan guru bisa memahami dan
menghargai keadaan anak-anak yang memiliki kekurangan. Ia tak lupa
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman, orangtua, guru dan semua
pihak yang selama ini telah memberi dukungan padanya.(vem/mim)

Comment