Dwi Agustina Djati, S.S: Solusi Islam Terhadap Separatisme OPM

Berita1113 Views
Dwi Agustin Djati, Pengamat Media
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Seperti dikutip Tempo, Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), Sebby Sambom membenarkan bahwa kelompoknya, sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM), bertanggung jawab atas pembunuhan pekerja proyek di Nduga, Papua. Menurut dia, penyerangan dilakukan dengan alasan untuk menuntut kemerdekaan Papua Barat.
“Kami menuntut hak kemerdekaan kami untuk berdaulat,” ujar Sebby melalui sambungan telepon kepada Tempo, Kamis, 6 Desember 2018. Sebby mengatakan TPNPB memang sengaja menyerang para pekerja yang ada dalam proyek pembangunan jembatan Trans Papua. Sebab, kata dia, TPNPB menolak pembangunan yang ada di Papua Barat. “Prinsipnya kami berjuang menolak semua program pembangunan di Papua Barat. Kami hanya menuntut kemerdekaan.”
Pesan ini sangat jelas menuntut kemerdekaan lepas dari Negara Indonesia. Sebagaimana Timor Leste bertahun lalu. Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah berdaulat menghadapi OPM. Kerahkan tentara dengan kekuatan penuh. OPM sudah lama menuntut hal ini, namun telinga dan netra penguasa seakan tertutup. 
Penyerangan yang dilakukan oleh OPM terhadap pekerja proyek jelas sinyal kuat bahwa mereka sudah tidak bisa diajak kompromi atau dialog. Dalam hal ini Islam punya solusi untuk penyelesain. Jika suatu kelompok militer hidup dalam satu negeri dan menuntut kemerdekaan dengan jalan kekerasan, maka hal yang harus dilakukan juga sama. Namun dengan mekanisme tetap mengedepankan keselamatan rakyat sipil. Dengan tujuan mengembalikan mereka kepangkuan ibu pertiwi. 
Langkah yang mesti dilakukan 
1. Evakuasi rakyat setempat ke zona aman.
2. Lakukan pengepungan dalam radius tertentu yang dirasa merupakan markas OPM.
3. Hindari tembak menembak kecuali terpaksa.
4. Lakukan penutupan di zona wilayah OPM.
5. Pengawasan keluar masuk orang atau barang dalam radius zona pengepungan.
Semua dilakukan untuk meminimalisir korban di kedua belah pihak. Dan hal ini harus dilakukan dalam operasi militer bukan sekedar polisi setempat saja. Dalam menghadapi OPM pemerintah harus tegas bedakan dengan tindakan kejam. Untuk itu hanya mereka yang terlatih yang harus melakukan operasi ini. Wallahu ‘alam bi showab.
Semarang City
Desember 2018

Comment