by

Endang Hadrian Berhasil Perjuangkan Aspirasi Warga Tangsel

Endang Hadrian.[Heru/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, TANGERANG – Rencana Proyek pembangunan flyover diperempatan Gaplek, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), yang menghubungkan Paring, Depok, Bigor, Pondok Cabe, Pamulang dan Ciputat masih terkendala pembebasan lahan. Warga setempat terus berusaha meminta keadilan atas harga tanah yang ditawarkan. 

”Sampai ada keputusan inkrah dari MA,” katanya kemarin. Para pemilik lahan terdiri atas pemilik usaha di Simpang Gaplek, Pamulang. Mereka di antaranya pemilik bangunan rumah sakit, minimarket, hingga restoran cepat saji. Klien kami menolak keputusan tim appraisal Tangsel yang memberikan ganti rugi dengan nilai yang sama yakni Rp7 juta per meter,” ujar Endang Hadrian selaku Kuasa Hukum 22 warga TANGERANG SELATAN.

Gugatan para penggugat dikabulkan sebagian, gugatan masyarakat telah sampai pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung (MA). Proyek sepanjang 980 meter yang ditargetkan mulai dibangun 2013 lalu kini jalan di tempat. Menurut kuasa hukum 22 pemilik lahan, Endang Hadrian, proses panjang pengadilan seputar gugatan tersebut berimbas pada proyek flyover yang membuat beberapa lahan dalam status quo. 

Semestinya Pemkot Tangsel memberikan nilai ganti rugi yang berbeda pada tanah dan bangunan yang selama ini telah digunakan untuk usaha. ”Ini harga tanah kosong dengan tempat usaha dipukul rata, disamakan,” ucap Endang Hadrian salah satu Pengacara HANDAL di Tangerang. 

Namun, PN Tangerang mengabulkan gugatan sebagian warga yaitu Pemkot Tangsel membayar tanah lebih warga, sementara perbedaan besaran nilai ganti rugi ditolak. 

”Kami mengajukan kasasi. Pemkot Tangsel juga kasasi atas putusan PN itu,” katanya. 

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangsel Retno Rawati mengungkapkan, proyek flyover senilai Rp130 miliar itu belum bisa dikerjakan karena sebagian lahan yang belum bisa dibebaskan. 

”Padahal, kami sudah menyiapkan anggaran pembebasan lahannya,” ujarnya. 
Dia menyayangkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang tidak juga memulai pembangunan pada lahan yang sudah dibebaskan. 

Dia berharap, pada tahun ini konstruksi flyover sudah dimulai dan pembangunan bisa dipercepat untuk mengatasi kemacetan lalu lintas di Pamulang dan sekitarnya. Flyover Gaplek dibangun dengan lebar 28 meter dan rancangannya seperti flyover Casablanca, Kuningan, Jakarta Selatan. Di bawah jembatan layang akan dibangun taman dan halte untuk menunggu angkutan umum.[Heru]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

13 − one =

Rekomendasi Berita