Febri Ayu Irawati: Reuni 212, Bentuk Kesadaran Umat

Berita2227 Views
Ferbri Ayu Irawati
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kawasan Monas telah dipenuhi peserta Reuni Akbar Mujahid 212 yang mengambil tema “Dengan Tauhid Kita Menuju Kejayaan NKRI”. Ketua Panitia Acara Reuni 212, Ustaz Bernard Abdul Jabbar, mengatakan, reuni tersebut digelar sebagai rasa syukur untuk mengenang spirit perjuangan Aksi Bela Islam 212 pada 2 Desember 2016 lalu (Wsn.com, 02/12/2018).
Jumlah massa yang mengikuti reuni 212 datang dari sejumlah elemen masyarakat, lembaga dan ormas islam seperti Front Pembele Islam (FPI) dan Laskar Pembela Islam (LPI). Massa umat Muslim datang dengan membawa atribut bertuliskan kalimat tauhid dan bendera merah putih (Dakta.com, 02/12/2018).
Aksi tersebut membuat umat muslim terkagum-kagum dengan jumlah massa reuni 212 di kawasan Monas. Bahkan, surat kabar dari luar negeri seperti Palestina memuat aksi yang fenomenal tersebut. Bagaimana tidak? Dari video dan foto yang diambil tampak jelas memperlihatkan jutaan massa yang turut hadir di aksi tersebut, tanpa ada kericuhan dan tidak dibayar sama sekali. Walaupun banyak juga media yang mengklaim sepihak bahwa massa yang ikut hanya ribuan, tak sampai jutaan.
Membahas masalah jumlah, seharusnya tak perlu diperdebatkan lagi. Biarlah foto dan video yang berbicara. Media pun banyak juga yang tak mengambil judul soal jumlah massa. Biarlah orang-orang yang ikut aksi itu sendiri yang merasakan bagaimana sesaknya berada di sana yang katanya lebih sesak dibandingkan dengan aksi bela islam 212 pada 2016 dan reuni 2017. 
Terlepas dari jumlah massa, reuni 212 telah berhasil mengalihkan perhatian masyarakat dunia. Meski, mereka telah dihadang dengan berbagai cara, baik dengan strategi rangkul dan secara mental, seperti persekusi hingga kriminalisasi. Namun, meski telah dihadang dengan berbagai macam cara, massa reuni 212 masih tetap hadir dengan jumlah yang begitu besar. Buktinya mereka tak lagi ambil pusing atas apa yang akan terjadi kepada mereka. Mereka pun tak mudah terprovokasi, karena mereka telah paham, bahwa sistem sekuler saat ini tak akan pernah berpihak pada perjuangan umat Islam.
Sekali lagi, itu semua takkan menjadikan mereka putus asa. Bahkan mereka berlomba-lomba ikut membantu memberikan makanan dan minuman kepada peserta aksi lainnya. Padahal mereka tahu, pasti orang-orang yang datang sudah membawa bekal masing-masing. Tetapi, karena dakwah dan kecintaan mereka kepada agama Allah, itulah yang mendorong hati mereka untuk hadir serta memberikan sebagian besar harta mereka dalam aksi tersebut. Mereka tak lagi cinta harta sebab hanya Allah sajalah yang maha pemberi segala. Begitulah keyakinan yang dimiliki seseorang yang beriman.
Kehadiran jutaan umat Islam di aksi bela tauhid tersebut, menjadi bukti bahwa umat memiliki satu ikatan dan visi yakni menegakkan kalimat tauhid. Persatuan dalam kalimat tauhid inilah yang akan menujukan kita kepada perubahan yang hakiki. Menerapkan hukum-hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan dan meninggalkan sistem sekuler. Sebab, hanya dengan mengambil hukum Allah sajalalah kita akan selamat. Allah SWT berfirman dalam Alquran surah Ali Imran ayat 54 yang artinya, “Dan barang siapa mengambil Allah, Rasul-nya, dan orang-orang yang beriman menjadi penolongnya, maka sesungguhnya pengikut (agama) Allah itulah yang pasti menang.” 
Maka dari itu, seharusnya kita sebagai umat Islam mesti terus semangat dalam barisan dakwah, menegakkan kebenaran dan tak takut menyuarakannya. Wallahu a’lam bish showab.[]

Penulis adalah siswi di SMA Negeri Kabupaten Konawe

Comment