by

Gawat Awak Mobil Tangki Pertamina Mogok Mulai 1 November

dok.rri
RADARINDONESIANES.COM, JAKARTA  – Awak Mobil Tangki (AMT) Pertamina Patra Niaga Depot
Plumpang yang selama ini mendistribusikan BBM ke sekitar 800 Pom Bensin
se Jabodetabek termasuk Puncak dan Sukabumi. 
Awak Mobil Tangki yang berjumlah kurang lebih 1.000 orang
ini sudah bekerja dengan masa kerja belasan tahun tapi status hubungan
kerjanya Outsourcing dan di kontrak setiap tahun. Mereka bekerja selama
12 jam bahkan lebih setiap hari dengan hanya upah UMP tanpa dibayarkan
lembur atas kelebihan jam kerja setiap hari. Mereka juga mendapatkan
diskriminasi dengan tidak mendapatkan uang tunjangan Migas seperti
pekerja/buruh Pertamina lainnya yang mendapatkan tunjangan migas setiap
tahunnya. 
Jam kerja yang panjang ini menjadi resiko yang harus di
alami Awak Mobil Tangki Pertamina Patra Niaga yang mengakibatkan
seringnya terjadi kecelakaan kerja.
Upaya untuk pembenahan situasi kerja kesejahtetaan dan
perlindungan kerja sudah di upayakan oleh AMT PPN yang Tergabung dalam
FBTPI-KPBI. Mulai dari upaya Biparti hingga di keluarkannya Nota
Pemeriksaan oleh Sudinaker Jakarta Utara masih di abaikan oleh Managemen
Pertamina Patra Niaga.
Awak Mobil Tangki yang tergabung dalam Federasi Buruh
Transportasi Pelabuhan Indonesia sampai pada titik kesabarannya dan
MEMUTUSKAN :
MOGOK KERJA MULAI TANGGAL 1 NOVEMBER 2016 SAMPAI WAKTU YANG TIDAK DITENTUKAN/SAMPAI TUNTUTAN DI PENUHI.
Tuntutan :
1. ANGKAT Seluruh Pekerja dilingkungan kerja PT.Pertamina Patra Niaga Depot Plumpang sebagai Karyawan Tetap.

2. Bayar Upah Lembur atas kelebihan Jam Kerja sejak Oktober Tahun 2011 s/d tahun September 2016.
3. Bayar Upah Lembur pada saat kami AMT I dan AMT II
ditugaskan sebagai SATGAS (ditugaskan tetap bekerja/melayani suplay BBM
sekalipun pada Hari Raya Keagamaan untuk Umat Muslim).
4. Bayarkan Uang Migas yang sudah tidak diberikan oleh PT.
Patra Niaga sejak tahun 2011 kepada pekerja (crew AMT I & II, O.B Cs
dan dispet).
5. Terapkan Waktu Kerja 7 jam kerja sehari atau 40 Jam kerja dalam seminggu.
6. STOP INTIMIDASI DALAM BENTUK APAPUN.
7. PEKERJAKAN
SELURUH Pekerja (Krani Cs dan Crew AMT) yang sudah di Putuskan Hubungan
Kerjanya secara sepihak, (daftar nama pekerja tersebut terlampir).
Kepada masarakat
Jabodetabek, Puncak dan Sukabumi kami mohon maaf atas terhentinya
distribusi BBM di semua Pom Bensin Pertamina. Mogok Kerja ini kami
tempuh karena Pertamina Patra Niaga tidak pernah mau mendengarkan
aspirasi kami para Awak Mobil Tangki yang merupakan ujung tombak
pertamina dalam mendistribukan BBM.[Teguh Kuswara]

Comment

Rekomendasi Berita