RADARINDONESIANEWS.COM, NEW YORK – – Dua politikus muda dari Partai Demokrat Sosialis berhasil mencatat kemenangan mengejutkan dalam pemilihan anggota Kongres Amerika Serikat. Mereka mengalahkan petahana meski harus menghadapi lawan yang didukung pendanaan besar dari kelompok pro-Israel, termasuk kampanye yang mendapat dukungan dari AIPAC.
Demikian dikatakan Dr. Shamsi Aku, Lc, M.A, PhD, melalui hubungan whatsapp, Jumat (3/7/2026).
Ia mengatakan, salah satu pemenang, Darializa Avila Chevalier, sebelumnya dikenal sebagai aktivis mahasiswa dalam gelombang aksi protes di Universitas Columbia yang menentang operasi militer Israel di Gaza. Ia bahkan pernah ditangkap saat mengikuti demonstrasi tersebut. Kini, langkahnya berlanjut dari jalanan kampus menuju kursi Kongres Amerika Serikat.
Sementara itu, tambah Shamsi, Melat Kiros juga menorehkan perjalanan politik yang tidak kalah menarik. Ia sempat kehilangan pekerjaannya setelah secara terbuka menyatakan dukungan kepada aktivis Palestina dan menyuarakan kritik terhadap situasi di Gaza.
Namun, peristiwa itu justru menjadi bagian penting dari perjalanan politiknya hingga akhirnya berhasil memenangkan kursi di Kongres.
“Dari aksi protes menuju jabatan publik. Dari konsekuensi pribadi menuju kemenangan politik.” Ujar Shamsi.
Kemenangan keduanya dinilai menunjukkan semakin besarnya pengaruh generasi muda progresif dalam lanskap politik Amerika Serikat. Mereka membangun kampanye melalui gerakan akar rumput, konsistensi memperjuangkan isu yang diyakini, serta kedekatan dengan para pemilih, bukan semata-mata mengandalkan kekuatan dana politik.
Terlepas dari perbedaan pandangan terhadap agenda politik yang mereka usung, hasil pemilu tersebut memperlihatkan bahwa besarnya biaya kampanye tidak selalu menjadi penentu kemenangan.
“Uang tidak selalu menang.”
Terpilihnya Darializa Avila Chevalier dan Melat Kiros dipandang sebagai sinyal munculnya generasi baru yang mulai membentuk arah politik Amerika Serikat.
Kemenangan mereka sekaligus menunjukkan bahwa keberanian memperjuangkan gagasan, kerja-kerja organisasi, dan dukungan masyarakat tetap memiliki ruang dalam demokrasi.
Shamsi Ali, Lc., M.A., Ph.D., menegaskan, perubahan merupakan sebuah keniscayaan, dan dinamika politik Amerika kembali memperlihatkan bahwa kekuatan generasi baru mampu menghadirkan kejutan di panggung demokrasi.[]













Comment