RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Masa penyimpanan gratis 15GB untuk Gmail tampaknya mulai mendekati akhir. Sejumlah pengguna baru Google melaporkan hanya mendapatkan kapasitas penyimpanan sebesar 5GB saat mendaftar akun baru.
Meski pengguna masih bisa membuka akses penuh 15GB dengan menambahkan nomor telepon, kebijakan ini dinilai sebagai langkah baru Google untuk mendorong pengguna mengaitkan nomor ponsel dengan akun mereka.
Sekilas, kebijakan itu terlihat sebagai upaya meningkatkan keamanan akun. Namun, bagi sebagian pengguna, langkah tersebut justru dianggap kurang tepat. Kapasitas 5GB dinilai terlalu kecil dan akan cepat penuh, terutama bagi pengguna yang aktif menyimpan foto dan video.
Banyak pengguna lama Google pun menghadapi persoalan serupa. Salah satunya mengaku telah menggunakan akun Google selama lebih dari satu dekade dan kini memakai hampir 74GB penyimpanan Google One.
Menariknya, tanpa file foto dan video, penggunaan penyimpanan hanya sekitar 2,17GB yang mencakup email, file Google Drive, serta cadangan perangkat dan aplikasi.
Artinya, penyebab utama membengkaknya kapasitas penyimpanan bukanlah dokumen atau email, melainkan foto dan video. Karena itu, pengguna baru dinilai masih bisa bertahan dengan kapasitas 5GB selama mereka memiliki alternatif penyimpanan foto di luar Google Photos.
Salah satu solusi yang mulai banyak digunakan adalah memanfaatkan beberapa layanan cloud storage sekaligus. Pelanggan Amazon Prime, misalnya, mendapatkan penyimpanan foto tanpa batas dan kapasitas video sebesar 5GB dalam paket langganannya. Sementara layanan lain seperti OneDrive dan Proton Drive juga menawarkan penyimpanan gratis sebesar 5GB.
Dengan membagi foto ke beberapa platform, pengguna dapat menghemat kapasitas sekaligus mengatur arsip lebih rapi, misalnya memisahkan foto berdasarkan tahun penyimpanan.
Namun, solusi berbasis cloud tetap memiliki risiko. Perubahan kebijakan penyimpanan, gangguan server, hingga potensi kebocoran data menjadi ancaman tersendiri bagi keamanan file pribadi pengguna.
Karena itu, sebagian pengguna mulai beralih ke penyimpanan berbasis perangkat keras atau hardware. Salah satu pilihan yang dianggap sederhana dan murah adalah menggunakan hard drive eksternal.
Alternatif lain yang cukup populer adalah Network Attached Storage (NAS), yakni server pribadi untuk menyimpan dan mencadangkan file. Meski efektif, sistem ini dinilai terlalu rumit bagi sebagian orang.
Sebagai alternatif yang lebih praktis, pengguna cukup memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki sehari-hari. Misalnya, menyimpan foto di komputer pribadi dengan kapasitas besar, lalu membuat cadangan rutin ke hard drive eksternal berkapasitas 1TB.
Skema penyimpanan tanpa langganan ini dinilai cukup sederhana: foto disimpan sementara di Google Photos, lalu diunduh ke komputer dan dicadangkan ke hard drive eksternal secara berkala.
Meski masih menggunakan Google Photos, sebagian pengguna mengaku tidak lagi mengandalkannya sebagai solusi utama jangka panjang.
Persoalan lain yang muncul adalah manajemen foto offline. Banyak aplikasi pengelola foto lama dinilai justru lebih nyaman digunakan dibanding layanan modern saat ini. Salah satunya adalah Picasa 3, aplikasi milik Google yang dihentikan pada 2016 tetapi masih digunakan sebagian pengguna karena kemudahan pengelolaannya.
Alternatif modern yang mulai dilirik adalah Immich, layanan penyimpanan foto pribadi yang bekerja layaknya Google Photos versi mandiri. Aplikasi ini dapat dijalankan di server Linux maupun Windows, meski proses pemasangannya relatif lebih rumit.
Pada akhirnya, kapasitas 5GB dianggap masih cukup bagi sebagian pengguna selama mereka memiliki strategi penyimpanan alternatif. Banyak pilihan tersedia, mulai dari memanfaatkan layanan cloud lain hingga menggunakan perangkat penyimpanan pribadi tanpa harus membayar biaya langganan tambahan kepada Google.[]











Comment