by

Gus Fawaid:Saya Harap Ambulance Desa Di Tempatkan Di Desa Bukan Di Puskesmas

H Muhammad Fawaid SE,MSC, [Joko/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JEMBER – Program satu ambulance satu Desa merupakan program yang sangat berpihak kepada masyarakat kecil khususnya yang bermukim di wilayah pedesaan. Di samping membantu mobilitas masyarakat pedesaan yang memerlukan pengobatan di puskesmas maupun di rumah sakit namun realitanya di beberapa desa ambulance tersebut tidak di tempatkan di Balai Desa melainkan di Ppuskesmas, Hal ini diungkapkan anggota DPRD Prop Jatim, fraksi Gerindra, H. Muhammad Fawaid SE,MSC, Selasa, (26/12).

Politisi gaek bernama lengkap H Muhammad Fawaid SE,MSC, mengatakan diriya sangat mengapresiasi Pemerintah Kab Jember merealisasi janjinya dan itu bagus. Dengan program satu desa satu ambulance, sangat di butuhkan oleh masyarakat dan itu adalah aspresiasi saya yang pertama dan yang kedua masalah teknis ambulance tersebut, selama ini beberapa Kepala Desa mengeluh kepada saya bahwa ambulance ditaruh di Puskesmas kalau ada orang sakit masak masih mau menunggu dari puskesmas”ungkapnya,
Realisasi program satu ambulance satu desa banyak mendapat pujian dari semua kalangan Kepala Desa maupun masyarakat pedesaan namun teknis penempatan ambulance inilah yang justru menimbulkan persoalan yang baru bagi Kepala Desa.
Gus Fawaid manambahkan,  cita cita yang luhur dari Bupati untuk membantu masyarakat jangan sampai terjadi migran. Tolonglah ambulance desa ditaruh di desa sesuai dengan cita citanya Bupati sehinggga kalau ada masyarakat desa yang sakit tidak perlu menunggu dulu, 
“Kalau tidak tertolong kan kasian yang sakit. Memang jarak tempuh puskesmas dengan pemukiman masyarakat pedesaan lebih jauh dibandingkan dengan jarak tempuh menuju Balai Desa.” Imbuhnya.
Keluhan beberapa Kepala Desa bukan tidak beralasan sebab jika ada masyarakat yang membutuhkan pertolongan sangat urgen akan cepat tertolong kalau ambulance desa ditempatkan di kantor desa. Namun, kalau ambulance tersebut ditempatkan di Puskesmas, dikhawatirkan masyarakat yang mengalami kritis tidak bisa tertolong akibat menunggu ambulance dari puskesmas yang terlambat datang.Oleh sebab itu beberapa Kepala Desa berharap kepada Bupati agar mempertimbangkan hal tersebut.[Jok]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twelve + seventeen =

Rekomendasi Berita