![]() |
|
H. Al Mansyur, Lc Ka DPD PKS Jakarta Selatan
|
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – PKS Jaksel merupakan partai yang sangat percaya diri menghadapi Pemilu 2019 karena memiliki posisi menguntungkan pada pileg dan pilpres yang akan dilaksanakan serentak pada 17 April 2019.
Terdapat sejumlah ukuran yang menyebabkan PKS Jaksel dapat disebut sebagai partai yang lebih percaya diri. Pertama, PKS adalah salah satu the ruling party di Jakarta, salah satu pengusung utama Cagub Cawagub DKI Jakarta terpilih Anies – Sandi.
Al Mansyur Hidayatullah, Ketua PKS Jaksel mengatakan, posisi itu, sangat menguntungkan PKS di mana kesuksesan dan kepuasan terhadap kinerja pemerintah DKI Jakarta akan berdampak langsung terhadap elektabilitas partai.
Ditambahkannya, berdasarkan survei terakhir, tingkat kepuasan terhadap kinerja pemerintah Gubernur Anies Baswedan berada pada angka 60-an persen. Jakarta Info menyatakan 52 persen puas, radio elshinta menyatakan kepuasan warga terhadap kinerja Gubernur Anies sebesar 59 persen, dan CNN men-capture 63 persen warga puas dengan pemerintahan Gubernur Anies Baswedan.”
Hal itu lanjut Al Mansyur, menunjukkan bahwa publik puas terhadap kinerja pemerintah Gubernur Anies Baswedan dan menaruh harapan agar kepemimpinannya dan programnya terus dilanjutkan dengan kepuasan warga yang juga cukup tinggi di angka 60-an persen.
PKS Jaksel tegasnya, hanya butuh memastikan sentimen positif ini terjaga hingga menjelang pemilu dilaksanakan dan mendorong pemerintah DKI Jakarta untuk fokus pada kinerja dan kerja nyata.
“Jika sentimen ini bisa dijaga, kesuksesan yang pernah dialami oleh Partai Demokrat bersama SBY, PDIP dengan Jokowi yang berhasil meningkatkan perolehan suara partai, semestinya juga bisa dicapai oleh PKS Jaksel di tahun 2019 nanti,” ungkap Al Mansur.
Di sisi lain, Al Mansyur menilai, PKS secara nasional memiliki banyak kader yang menempati posisi dan jabatan strategis. Semua sumber daya ini, akan memberi efek yang sangat besar terhadap partai jika digerakkan dan diberdayakan untuk memenangkan pileg dan pilpres.
“PKS akan memeroleh coattail effect, efek ekor jas karena menjadi partai pengusung capres yang bertarung saat ini, Prabowo – Sandi. PKS akan lebih mudah melakukan sosialisasi kepada publik dan di sisi lain akan mendapatkan limpahan dukungan dari pemilih capres yang mereka dukung.” Ujar Al Mansur kepada radarindonesianews.com, Ahad (6/1/2019).
Publik lanjut Al Mansyur, merasa perlu untuk memilih partai yang sama dengan capres pilihannya untuk memastikan pilihannya menang dalam pilpres sehingga mulus menjalankan pemerintahan dengan dukungan legislatif hasil pileg yang dominan dan kuat.
PKS tambahnya, juga memiliki kekompakan atau soliditas yang terjaga walaupun sering di goyang isu perpecahan sejak pemilu – pemilu sebelumnya. Soliditas adalah kunci yang sangat penting bagi partai politik dalam menjalankan roda organisasi dan fokus pada target pencapaian untuk memenangkan pemilu.
Soliditas PKS yang terjaga itu, menurut Al Mansyur bukan disebabkan satu tokoh sentral seperti yang dimiliki partai – partai lain, tetapi memang sistem organisasi dan semangat yang ada di setiap kadernya.
“Suasana internal kader inilah yang membuat partai bisa fokus dalam upaya pemenangan ketimbang menghabiskan energi dalam konflik internal. PKS juga memiliki basis massa yang solid. Dari pemilu ke pemilu berikutnya pemilih PKS ini terkenal tidak gampang berpindah ke partai lain.” Imbuh Al Mansyur.[]















Comment