RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Nama H. Heriansyah, S.E. cukup lama mewarnai dinamika politik dan organisasi kemasyarakatan di Kalimantan Tengah. Berangkat dari Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, ia menempuh perjalanan di dunia legislatif, organisasi olahraga, hingga kegiatan jurnalistik.
Heriansyah merupakan lulusan sarjana ekonomi. Ia kemudian melanjutkan pendidikan ke jenjang Magister Administrasi Publik di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya dan tercatat sebagai mahasiswa angkatan pertama program tersebut.
Di dunia politik, Heriansyah pernah duduk sebagai anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah dari Daerah Pemilihan II yang meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan. Pada periode 2014–2019, ia dipercaya menjadi Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah.
Pengalamannya di parlemen membuat isu yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat daerah menjadi salah satu perhatian dalam aktivitasnya.
Salah satunya adalah persoalan agraria yang kerap bersinggungan dengan kepentingan masyarakat lokal, perusahaan perkebunan, serta pemerintah.
Dalam sejumlah aktivitasnya, Heriansyah menyuarakan pentingnya penyelesaian sengketa lahan secara adil dan transparan. Ia juga menaruh perhatian pada pemenuhan hak masyarakat adat, termasuk kewajiban kemitraan atau plasma dalam pengelolaan perkebunan.
Bagi Heriansyah, pembangunan daerah dan investasi tidak semata-mata diukur dari nilai ekonominya. Ia menekankan pentingnya manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama dalam bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan keadilan sosial.
Menyeberang ke Dunia Olahraga
Aktivitas Heriansyah tidak berhenti di politik. Ia juga terlibat dalam berbagai organisasi olahraga di Kalimantan Tengah.
Ia pernah dipercaya memimpin Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Kalimantan Tengah. Dalam organisasi olahraga tersebut, ia terlibat dalam pembinaan atlet dan pengembangan olahraga prestasi di daerah.
Heriansyah juga tercatat pernah menjadi pengurus KONI Provinsi Kalimantan Tengah selama dua periode hingga 2027. Di lingkungan olahraga nasional, ia menjadi Wakil Ketua Bidang Organisasi Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) periode 2023–2027.
Selain itu, ia dipercaya memimpin Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (Fespati) Kalimantan Tengah yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kalimantan Tengah. Di tingkat nasional, ia juga tercatat sebagai anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Pengurus Nasional Fespati yang berkedudukan di Jakarta.
Keterlibatannya di organisasi olahraga memperluas ruang pengabdian Heriansyah, terutama dalam pengembangan kegiatan kepemudaan dan olahraga tradisional. Ia melihat olahraga bukan hanya sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembentukan disiplin dan karakter generasi muda.
Dari Kamar Dagang hingga Organisasi Jurnalis
Di luar politik dan olahraga, Heriansyah juga aktif dalam organisasi dunia usaha. Ia tercatat sebagai pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kadin Provinsi Kalimantan Tengah.
Ia juga terlibat dalam organisasi Persaudaraan Jurnalis Muslim Indonesia (PJMI) Kalimantan Tengah. Dalam organisasi tersebut, aktivitasnya berkaitan dengan jaringan jurnalis di tingkat daerah maupun nasional.
Beragam aktivitas tersebut memperlihatkan spektrum kegiatan Heriansyah yang cukup luas: dari legislatif, organisasi olahraga, dunia usaha, hingga komunitas media.
Politik sebagai Ruang Pengabdian
Dalam menjalani berbagai aktivitasnya, Heriansyah membawa gagasan yang ia rangkum dalam sebuah prinsip: bekerja dengan ikhlas untuk agama, bangsa, negara, dan daerah.
Ia mempertanyakan sejauh mana masyarakat Kalimantan Tengah dapat menikmati hasil pembangunan dan terbebas dari ketertinggalan. Persoalan ekonomi, pendidikan, kesehatan, keadilan sosial, serta perlindungan hak adat menjadi bagian dari perhatian yang kerap ia sampaikan.
Ada pesan reflektif yang sekaligus menjadi motivasi bagi masyarakat Kalteng secara khusus dan Indonesia pada umumnya.
“Yang sudah kita berikan untuk masyarakat Kalteng dan Indonesia agar bisa sejahtera dari segala ketertinggalannya, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun keadilan sosial”
Bagi Heriansyah, persoalan masyarakat tidak berhenti pada pergantian kebijakan atau pergantian pejabat. Ia memandang pembangunan harus menyentuh kebutuhan warga sekaligus memastikan hak-hak masyarakat daerah tetap terlindungi.
Dari Sampit, perjalanan Heriansyah kemudian berkembang ke Palangka Raya dan panggung organisasi tingkat nasional.
Politik, olahraga, dunia usaha, dan jurnalistik menjadi sejumlah ruang yang ia masuki untuk tetap berhubungan dengan persoalan masyarakat dan pembangunan Kalimantan Tengah.[]











Comment