Hamas Kecam Agresi Amerika Serikat terhadap Venezuela, Soroti Penculikan Presiden Maduro

Internasional238 Views

RADARINDONESIANEWS.XOM, JAKARTA — Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) mengecam keras agresi Amerika Serikat terhadap Republik Bolivarian Venezuela, termasuk penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya. Hamas menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional serta serangan langsung terhadap kedaulatan negara merdeka.

Dalam pernyataan resminya, Hamas menyebut agresi tersebut sebagai kelanjutan dari kebijakan intervensi Amerika Serikat yang tidak adil dan sarat ambisi imperialis. Menurut Hamas, kebijakan semacam itu telah berulang kali menyeret sejumlah negara ke dalam konflik berkepanjangan yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional.

“Agresi ini merupakan perpanjangan dari kebijakan dan intervensi Amerika Serikat yang tidak adil, yang menyembunyikan ambisi imperialis dan telah menjerumuskan beberapa negara ke dalam konflik yang menimbulkan ancaman langsung terhadap perdamaian dan keamanan internasional,” demikian bunyi pernyataan Hamas.

Hamas juga menyerukan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa beserta seluruh lembaga di bawahnya, khususnya Dewan Keamanan PBB, untuk segera mengambil langkah tegas dalam menghadapi kebijakan agresif Washington. Hamas mendesak agar serangan militer terhadap wilayah Venezuela segera dihentikan.

Sebelumnya, pada Sabtu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa negaranya telah melancarkan operasi militer skala besar terhadap Venezuela. Operasi tersebut dilaporkan mengakibatkan penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, serta pengusiran keduanya dari negara tersebut.

Dalam sebuah unggahan di platform Truth Social miliknya, Trump mengklaim bertanggung jawab atas serangan yang terjadi di sejumlah kota di Venezuela pada Sabtu pagi. Ia juga menyatakan akan menggelar konferensi pers di kediamannya di Florida pada pukul 11.00 waktu setempat atau 16.00 GMT.

Pada hari yang sama, ledakan dilaporkan mengguncang Caracas dan sejumlah kota lain di Venezuela, bersamaan dengan aktivitas pesawat tempur yang terbang rendah di wilayah udara negara tersebut.

Media Amerika Serikat mengutip pernyataan sejumlah pejabat pemerintahan Presiden Trump yang menyebutkan bahwa sang presiden telah memerintahkan serangan terhadap sejumlah target di Venezuela, termasuk instalasi militer.

Perkembangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela. Ketegangan tersebut dipicu oleh perintah eksekutif Presiden Trump pada Agustus lalu yang mengizinkan peningkatan intervensi militer di Venezuela, dengan dalih memerangi kartel narkoba di kawasan Amerika Latin.[]

Berita Terkait

Baca Juga

Comment