by

Hawilawati, S.Pd*: Arti Tangisan Sang Bayi

 Hawilawati, S.Pd
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Memahami dunia anak itu sungguh menyenangkan. Ketika kita berinteraksi dengan mereka sejatinya kita sedang belajar banyak hal.

Saat fase bayi 0-2 tahun, masa pendengaran sangat optimal, inilah masa emas  orangtua rajin memperdengarkan kata-kata yang sederhana dan ahsan atau kalimat-kalimat thoyyibah. Dan ternyata ada amalan terbaik yang bisa mereka lakukan walau bayi belum bisa berbicara fasih, bahkan untuk memenuhi  segala kebutuhannyapun  masih bergantung kepada ayah bundanya. Apa amalan terbaik itu? Yaitu Mengoptimalkan pendengarnya dengan menperdengarkan Al-Qur’an.

Di fase inipun kita juga belajar arti tangisan mereka, entah tangisan lapar dan haus, tangisan ingin ditimang, tangisan ingin dipeluk, tangisan ingin dibersihkan popoknya, tangisan sakit tubuhnya, tangisan di gigit serangga. Ya itulah bahasa termudah anak disaat  belum bisa berbicara, mereka utarakan dengan ragam tangisan.

Jadi, bayi menangis  tidak melulu karena lapar atau haus. Bagi orangtua era kolonial terkadang ketika melihat bayi menangis asumsinya adalah “Lapar” hemm. .  sudah diberi susu, koq ya masih  nangis, akhirnya dilanjut  dengan  pemberian  lumatan pisang, yup karena masih beranggapan si bayi belum kenyang, padahal bisa jadi ia pup atau popoknya penuh air pipis tidak betah sehingga  ia menangis agar sang bunda menggantikan popoknya.

Sebagaimana bayi Rosyad sudah diberi ASI bahkan bubur susu, tapi kok ya masih menangis juga, ternyata ingin ditimang oleh uminya, “Umi sayang sudah berhenti belajar dulu, aku minta digendong sama umi” yup mungkin jika bayi tersebut bisa berbicara ya seperti itu permintaannya. Setelah digendong jlep hening seketika, si bayi senyum-senyum sambil memainkan kerudung uminya lama kelamaan iapun tertidur.

Begitupun bayi Zahra sudah nempel sama uminya seharian diajak kajian, makanan sudah lengkap disiapkan, kok  masih nangis terus ya, hemm  ternyata bayi Zahra bosan minta pulang.

Akupun mendengar cerita ummi  Hasyim. Bayi Hasyim akan rewel jika perutnya kembung dan lapar, saat kenyang pun sulit sendawa .

Lain hal dengan bayi Ahmad, menangis sekencang-kencangnya karena ingin meminta sesuatu, si Abang makan jagung rebus, bayi Ahmad ingin rasanya mencoba apa yang dimakan abangnya. “Hello baby.. kamu baru punya dua gigi, belum bisa makan jagung ya”, Si Abang kecil menenangkan. Kesempatan  bayi meraih jagung rebus abangnya, hanya bisa ia jilati saja.

Begitupun bayi Nida menangis sejadi-jadinya, si kakak balita tahu adik bayi nangis tertarik dengan mainannya dan ingin memegang mainan kakaknya. Saat dipinjamkan mainannya jleb seketika ia berhenti menangis.

Hmm, bayi Farras juga menangis, diberi mainan tidak mau, digendong umipun masih rewel, owh ternyata baby Farras tidak betah dengan popoknya yang basah yang harus diganti.

Lalu, apa yang harus dilakukan ketika bayi menangis? Yang jelas tak perlu panik. Berikut ini beberapa upaya yang bisa bunda sholihah lakukan:

1.Susuilah dan berilah asupan dengan cukup. Karena   lapar/haus membuat bayi tidak bisa tenang, apalagi bila terakhir menyusui adalah tiga jam yang lalu

2.Rewel jika perut kembung, maka basuhlah perutnya dengan minyak telon atau lumatan bawang merah. Insyaa Allah ini akan membantu mengurasi perutnya yang kembung.

3.Bayi sudah kenyang, sudah ditimang bunda, namun masih merengis rewel tenyata ia sulit sendawa. Setelah minum ASI jangan lupa untuk meggendong dan tepuk-tepuk punggungnya agar mudah sendawa.

4.Gendong dan peluk bayi agar ia merasa nyaman dan tenang. Dan bisa jadi ia lelah bermain hingga saatnya tidur ingin ditimang bunda. mengayunnya dengan perlahan. Atau, ajak ia ke kamar tidurnya.

5. Periksalah Popoknya, kemungkinan ia tidak betah dengan  popoknya yang basah dan penuh feses. Sebab itu bunda harus  segera membersihkan dan menggantikan dengan popok yang baru.

6. Badannya yang lengket membuat dirinya tak nyaman, alhasil ia rewel, maka bersihkan tubuhnya dan ganti baju yang baru dan bersih.

7.Bawakan mainan yang aman saat
 berpergian, bisa jadi ia rewel bosan dan ingin bermain yang menyenangkan.

8. Ajaklah bayi ketempat yang sejuk karena gerah membuat dirinya tidak bisa nyenyak tidur.

9. Periksalah tubuh mungilnya, bisa jadi digigit serangga seperti nyamuk atau semut,  langsung olesi dengan minyak telon dan ganti bajunya serta gendong agar ia tidak rewel.

10. Nangis tak berhenti-henti saat diare seperti kesakitan, maka olesi dengan lumatan bawang merah di perutnya untuk mengurangi rasa sakit, dan berilah oralit.

11. Nangis tanpa sebab namun ia sulit bernafas, periksalah hidungnya bisa jadi saluran pernafasannya di hidung tersumbat, akibat penuh kotoran dan harus dibersihkan dengan cotton Bud.

12. Bayi suka dengan sentuhan. Cobalah pijat dengan perlahan. Upaya ini bisa membuatnya tenang dan merasa nyaman.

13. Cobalah menghibur bayi dengan bermain cilukba atau membuat raut wajah yang lucu sehingga ia tertawa. Menghibur juga salah satu cara agar bayi berhenti menangis.

14. Perdengarkan Murottal atau ayat-ayat suci AlQur’an agar kondisi  bayi tenang dan nyaman.

Demikianlah cara sederhana  yang bisa  bunda lakukan  untuk mengatasi tangisan bayi. Bunda tidak perlu panik dan muncul emosi yang berlebihan karena sejatinya bayi mungil itu adalah penyejuk hati bunda yang begitu lembut perasaannya. Ia akan tenang kembali dengan penanganan yang tepat dan sentuhan tangan lembut sang bunda.[]

*Pendidik STP Khairu Ummah, Ciledug

Comment

Rekomendasi Berita