ILUNI UI: Indonesia Harus Terdepan Hentikan Penjajahan Israel di Timur Tengah

Berita1136 Views
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sehubungan dengan insiden pelarangan muslim sholat di  mesjid Al Aqsha oleh pihak tentara Israel, Sekjen ILUNI UI Achmad Nur Hidayat dalam siaran pers pada hari selasa (25/07/2017) dilansir, menyampaikan kalau. Presiden Jokowi harus segera lebih aktif terlibat.
“Harus diakui, Presiden Jokowi dan kebijakan luar negerinya lamban dalam bersikap terhadap kasus yang implikasinya membuat marah dunia Internasional dan umat muslim,” singkat Hidayat mengemukakan.
Dalam insiden tersebut, kemuka Hidayat bahwasanya Israel melakukan pelarangan terhadap umat muslim Palestina terhadap tempat tersuci ketiga umat islam, yaitu Mesjidil Alqsha.
“Indonesia sebagai bangsa yang memiliki cita-cita menghapuskan penjajahan dari muka bumi dinilai sering terlambat pembelaannya terhadap Palestina dibandingkan Negara lainnya seperti Turki, Malaysia, Jerman, Rusia dan Pakistan,” timpalnya mengingatkan.
Padahal, seperti diketahuii bahwa Indonesia sebagai negara terbesar pertama di dunia berpenduduk muslim, sambungnya mengemukakan harusnya berada terdepan dalam isu-isu kaum muslim dan umat manusia.
“Pembelaaan Indonesia terhadap isu kemanusiaan dan kebebasan beribadah umat manusia teruji dimasa lalu namun akhir-akhir ini di era kepemimpinan Presiden Jokowi melemah,” tegas Hidayat.
Memang, pernyataan Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno LP Marsudi pada (24/07/2017) menyatakan, Indonesia telah menyampaikan kepada Organisasi Kerja Sama Negara Islam (OKI) untuk bersidang secara khusus terkait peningkatan konflik di Kompleks Kota Kudus (Al-Quds). Bahkan terkait hal ini Menlu menegaskan, isu Palestina ada di jantung politik luar negeri Indonesia.
“Perwakilan Indonesia juga diminta untuk mengintensifkan diplomasi dan menginisiasi dikeluarkannya komunike mengenai situasi keamanan di Kompleks Kota Kudus (Al-Quds), terutama di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), demikian pernyataan Menlu RI Retno LP Marsudi.
Selanjutnya, Bagi Hidayat, Sekjen ILUNI UI mengatakan peranan aktif Indonesia sebagai bagian dari dunia internasional sangat diperlukan, Indonesia adalah bangsa besar yang punya peranan lebih besar menjaga ketertiban dunia. Namum seolah-olah, Indonesia disibukan pada pembelahan antar anak bangsa di dalam negeri dan lemah dalam menyikapi isu dunia internasional khususnya yang bersifat sosial dan kemanusiaan.
“Masalah palestina adalah ujian buat Presiden Jokowi apakah konsisten dengan janji politiknya yaitu mendukung penghapusan penjajahan Israel dan kemerdekaan Palestina. ILUNI UI memberikan nasehat kepada Pak Jokowi,” paparnya.
“Jangan mau ketinggalan sama Presiden Turki Erdogan dalam pembelaanya terhadap kaum muslimin dan Palestina, Pak Jokowi harus tinggalkan urusan sepele di dalam negeri, tapi mulai aktif menjadi terdepan,” ungkapnya, seraya memberikan permisalan seperti halnya Bung Karno dahulu mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional.
Kompleks Al Aqsha dikejutkan dengan penembakan iga pemuda yang berujung pada perlarangan kaum muslim beribadah di Mesjid Suci ketiga umat islam, Al-Aqsha.
“Indonesia sudah secara resmi mengecam keras kematian tiga pemuda tersebut namun belum cukup mengambil cepat untuk mengambil langkah-langkah internasional berikutnya,” pungkas Hidayat.[Nicholas]

Comment