by

Imaamul Muslimin: Tindakan Bom di Kawasan Masjid Nabawi Biadab

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  –  Imaamul Muslimin
Yakhsyallah Mansur menyatakan, tindakan bom bunuh diri yang mengguncang
kawasan Masjid Nabawi di Kota Madinah, Senin (4/7/2016) malam, adalah
tindakan biadab.
 
“Apapun alasannya tindakan itu sungguh biadab, dan tidak sesuai
dengan Islam,” ujar Imaam Yakhsyallah seperti dikutip Mi’raj Islamic News Agency,
Selasa (5/7/2016) dini hari.


Menurutnya, ini merupakan betapa fitnah terhadap umat Islam sudah
begitu dahsyatnya, sampai-sampai terjadi bom pada bulan suci Ramadhan,
di tanah suci Madinah dan tentu akan menimpa orang-orang yang sedang
beribadah di tempat suci.


“Namun kita umat Islam juga jangan sampai terprovokasi dan jangan cepat menuduh dari kelompok mana pelakunya,” ujarnya.


Imaam Yakhsyallah menambahkan, agar umat Islam justru semakin
konsisten melaksanakan pertintah Allah dan Rasul-Nya, kembali kepada
Al-Quran dan As-Sunnah serta semakin menjalin persatuan umat Islam.


“Tetaplah bersabar, menguatkan kesabaran dan tetap bersiap siaga dan
bertakwa”, ujar Imaam Yakhsyallah, membacakan Surat Ali Imran 200.


Ia juga mengingatkan, agar orang-orang beriman tidak menjadikan teman
kepercayaan itu dari luar kalangan orang beriman. Sebab di luar orang
beriman itu hanya akan tidak henti-hentinya menimbulkan kemudharatan
bagi Mukminin, paparnya, menyampaikan makna surat Ali Imran ayat 118.


“Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi
jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu
bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak
mendatangkan kemudharatan kepadamu.,” surat Ali Imran ayat 120
menyebutkan, seperti dikutipnya.


Menurutnya, yang lebih penting adalah justru mengambil pelajaran dari
peristiwa tersebut. Bahwa sebenarnya itu dapat menjadi pertanda
bangkitnya umat Islam. Sebab, agama-agama di luar Islam memang ternyata
tidak bisa memberikan solusi terbaik problematikan umat manusia.


“Selalu berpikir posiif, bahwa semakin banyak cobaan hakikatnya adalah semakin dekatnya pertolongan Allah,” imbuhnya.


Ia menggambarkan seperti saat kaum Muslimin menghadapi musuh-musuh
Islam yang bersekutu dalam Perang Ahzab. “Justru di situlah datang
petolongan Allah,” tegasnya.


Seperti ketika ibu hami hendak melahirkan. Ia merasakan sakit yang
begitu memuncak, dan itu tanda lahir segera tiba. Begitu kondisi umat
Islam saat ini, pungkasnya. (mina)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

one × three =

Rekomendasi Berita