by

Institusi Pendidikan Mar Elias Menjadi Akademi Perdamaian Pertama HWPL

Man Hee Lee saat menghadiri acara di Akademi Perdamaian HWPL.[Gofur/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, ISRAEL – Saat dunia, terutama negara-negara Timur Tengah dipenuhi
keluh kesah dan amarah karena kekerasan bersenjata yang dilakukan oleh
teroris, sebuah kesibukan sebagai upaya antisipasi hal itu memenuhi Lembaga Pendidikan Mar Elias dengan lebih dari 3.000 mahasiswa dan fakultas pada Rabu, 2 Desember 2015
. Mar Elias merupakan lembaga
yang ditunjuk, untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebagai Akademi
Perdamaian HWPL.
HWPL adalah organisasi non-profit internasional yang terdaftar di bawah Departemen Informasi PBB.

Sebagai peraih tiga kali Nobel Perdamaian dan mantan Uskup Agung Gereja Katolik
Melkite, Elias Chacour adalah pendiri dan kepala sekolah Lembaga Pendidikan Mar Elias yang didirikan di Ibillin, sebuah kota
Arab di Distrik Utara Israel
. Fr. Chacour merupakan seorang Publicity Ambassador HWPL yang aktif, telah bekerja sama mendirikan kantor World Alliance of Peace (WARP) di Israel dan menyatukan siswa SMA MEE dengan divisi pemuda HWPL, International
Peace Youth Group (IPYG).


Lembaga pendidikan Mar Elias terdiri dari mahasiswa dan fakultas dari berbagai agama seperti Kristen, Yahudi, Islam, dan Druze. Fr. Chacour berupaya membangun sekolah-sekolah untuk mendidik
anak-anak dari berbagai latar belakang etnis dan agama dengan cara-cara
damai, rekonsiliasi, menghormati, dan keadilan.
Upaya terpuji untuk mempromosikan perdamaian di kalangan kaum muda ini 
telah mengantarkan pengakuan tertinggi bagi Mar Elias sebagai Akademi Perdamaian HWPL.


 

Mr.
Man Hee Lee, seorang advokat perdamaian terkenal di dunia serta pendiri
dan Ketua HWPL, dan Ketua Kelompok Perdamaian Perempuan Internasional
(IWPG), Ms. Nam Hee Kim bertemu dengan Fr.
Chacour, mahasiswa MEE, dan para pemimpin agama. Lee dijamu sebagai honoris  principal dan Kim sebagai wakil utama MEEI. Kedua pemimpin tersebut tanpa lelah melakukan upaya perdamaian tanpa batasan etnis, agama dan memperkokoh generasi baru
para pemimpin untuk menjadi pendukung aktif perdamaian dunia.


Lee menekankan pentingnya pendidikan untuk membangun
perdamaian, “Perdamaian adalah sesuatu yang tumbuh dari hati setiap individu dan dapat dicapai melalui perubahan persepsi dari
pendidikan yang layak.
Ketika kita menerima kata – perdamaian – dan ketika anak-anak secara erat berkenalan dengan istilah tersebut melalui
kurikulum sekolah, dunia di mana setiap individu dapat hidup damai akan
terpenuhi lebih cepat daripada sebelumnya”.


Pada
kesempatan tersebut, Kim menyatakan kepada siswa, “IWPG telah
mendedikasikan upaya penuh dalam memberikan pendidikan tentang
perdamaian dan selanjutnya bekerja sama dengan HWPL untuk memastikan
pendidikan ini dimasukkan ke dalam kurikulum di setiap lembaga.
Orang-orang
di semua lapisan masyarakat, LSM mempromosikan perdamaian bersama dengan
sekolah-sekolah, perlu berkolaborasi dengan HWPL secara profesional untuk
mengajar remaja kita tentang upaya perdamaian.
Banggalah menjadi bagian dari Akademi Perdamaian HWPL yang pertama kali ditunjuk. Saya ucapkan selamat kepada Anda. “


Pendirian Institusi Perdamaian
HWPL melalui MEEI di Israel berfungsi sebagai
program komprehensif yang menyediakan kerangka pendidikan mengenai analisis
dan soluisi konflik antar agama,  sesi dialog damai antar agama secara internal dan aliansi agama melalui World Alliance of Religions (WARP)
. HWPL
akan bekerja untuk merancang program dan kursus untuk meningkatkan
kapasitas perdamaian untuk individu dan organisasi dari berbagai agama
melalui kegiatan WARP dan menggaris-bawahi upaya perdamaian
terbaru yang dilakukan HWPL ini.[GF]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 × three =

Rekomendasi Berita