by

Islam Sebagai Solusi Tuntas Soal LGBT

-Opini-46 Views

 

Oleh : Sulistiana, S.Sn, Muslimah bangka Belitung

__________

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Parlemen Rusia mensahkan RUU yang melarang LGBT kepada semua orang dari semua usia, demi membela moralitas di hadapan apa yang mereka anggap sebagai nilai-nilai dekaden “non-Rusia” yang dipromosikan oleh Barat.

Di bawah RUU itu, setiap peristiwa atau tindakan yang dianggap sebagai upaya untuk mempromosikan LGBT, termasuk melalui online, film, buku, iklan, atau di depan umum dapat dikenakan denda yang berat. Denda bisa mencapai 400.000 rubel (Rp 103 juta) untuk individu dan hingga 5 juta rubel (Rp 1,2 miliar) untuk badan hukum.

Sedangkan untuk orang asing dapat sanksi 15 hari kurungan dan pengusiran dari negara tersebut.

Keputusan Rusia harus menjadi renungan Indonesia yang penduduknyan mayoritas muslim yang sejatinya memahami hukum Islam terhadap LGBT. Apalagi diyakini juga, isu LGBT termasuk salah satu isu yang digunakan dalam perang.

Di Indonesia, LGBT dianggap perbuatan yang bertentangan dengan norma-norma agama dan kepatutan di masyarakat serta melanggar hukum. Namun faktanya gerilya kaum LGBT di Indonesia ini cukup aktif dan mendapat dukungan dari jejaring global.

Sejauh ini sistem hukum di Indonesia tidak mengatur hukum pidana terkait LGBT secara spesifik. Namun, pada 18 Mei 2022, Menko Polhukam Mahfud MD, menyatakan pasal pidana bagi LGBT di Indonesia tengah digodok dalam Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RUU KUHP).

Ancaman Kemanusiaan

Pemikiran dan kampanye LGBT batil dari akar hingga ke daunnya; bertentangan dengan Islam dan mengancam kemanusiaan. Gay dan lesbian meruntuhkan institusi keluarga yang bertujuan melestarikan keturunan. Padahal secara kodrati manusia telah diberkati kemampuan untuk bereproduksi dan fungsi itu hanya akan berjalan manakala ada ikatan pernikahan pria dan wanita.

Karena itu pernikahan bukan sekedar demi mendapatkan cinta dan pemuasan kebutuhan biologis tetapi untuk melestarikan keturunan manusia.

LGBT bukan hanya mengancam laju pertumbuhan penduduk tetapi secara mendasar mengeliminasi hasrat untuk memiliki anak yang berkorelasi lurus dengan menurunnya keinginan untuk memiliki anak sendiri. LGBT juga mempraktikkan perilaku seksual yang menjijikkan.

Mereka melakukan hubungan badan dengan cara dan pada kodrati yang bukan peruntukkannya. Banyak riset medis yang membuktikan praktek anal seks yang biasa dilakukan para gay mengancam kesehatan, bahkan bepotensi menyebabkan kanker anus lantaran penularan Human Papilloma Virus (HPV).

Buah Sistem Yang Rusak

Merajalelanya LGBT ini adalah buah dari sistem yang rusak. Sistem Kapitalisme dengan ide dasar sekulerisme (memisahkan agama dari kehidupan) yang diadopsi oleh masyarakat telah membuka pintu lebar-lebar bagi perkembangan berbagai macam pemikiran rusak dan kufur.

Mereka bisa gencar beraksi karena mendapat justifikasi dari ide liberalisme, kebebasan berekspresi yang dibangun diatas ideologi sekuler yang menafikan agama dari kehidupan. Hak asasi manusia (HAM) sering digunakan sebagai tameng dalam seluruh kegiatan mereka.

Akibatnya semakin banyak di antara individu masyarakat yang menganggap bahwa menjadi homo atau lesbi bukanlah hal yang terlarang dalam agama. Ini diperparah dengan gencarnya kampanye sesat dan menyesatkan dari pergerakan kaum homoseksual dan para pendukungnya.

Islam Mengatasi Masalah LGBT

Islam memberi solusi preventif (pencegahan) terhadap perilaku menyimpang ini dengan cara.

Pertama, mewajibkan negara untuk terus membina keimanan dan memupuk ketakwaan rakyat. Hal ini akan menjadi kendali diri dan benteng yang menghalangi muslim terjerumus pada keharaman.

Kedua, Islam memerintahkan untuk menguatkan identitas diri sebagai laki-laki dan perempuan. Allah SWT menciptakan manusia dengan dua jenis kelamin, laki-laki dan perempuan sebagai pasangan. Laki-laki dilarang berperilaku dan berpakaian seperti perempuan, juga sebaliknya.

Ketiga, Islam mencegah tumbuh dan berkembangnya benih perilaku menyimpang. Salah satunya dengan cara memisahkan tempat tidur anak laki-laki dan perempuan sejak usia 7 tahun, melarang melihat aurat lawan jenis serta memberi aturan pergaulan sesama dan antara jenis.

Keempat, secara sistemis, Islam memerintahkan negara menghilangkan rangsangan seksual dari publik termasuk pornografi dan pornoaksi. Segala bentuk tayangan dan sejenisnya yang menampilkan perilaku LGBT atau mendekati ke arah itu juga akan dihilangkan.

Kelima, Islam juga menetapkan hukuman bersifat kuratif (menyembuhkan), menghilangkan LGBT dan memutuskan siklusnya dari masyarakat dengan menerapkan pidana mati bagi pelaku sodomi (LGBT) baik subjeknya maupun objeknya. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Luth, maka bunuhlah kedua pelakunya.” (HR. At-Tarmidzi, Abu Dawus, Ibnu Majah dan Ahmad).

Demikianlah, Islam memberikan aturan yang sangat rinci tentang perilaku menyimpang LGBT. Sudah seharusnya Indonesia mengacu kepada hukum Islam, yang merupakan agama mayoritas penduduknya.

Bagi seorang muslim keyakinan akan hukum Allah sebagai hukum terbaik seharusnya senantiasa dipegang dengan sepenuh hati. Karena setiap hukum syara membawa maslahat untuk manusia. Wallahu a’lam bi ash-shawwab.[]

Comment