by

Isra Mi’raj Dan Momentum Kebangkitan Kepemimpinan Islam Dunia

-Opini-37 views

 

 

Oleh: Nurul Rachmah*

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA — Bulan Rajab adalah bulan yang di dalamnya terjadi beberapa peristiwa penting bagi umat Islam, salah satunya adalah peristiwa Isra Mi’raj. Peristiwa isra mi’raj memiliki nilai yang sangat tinggi jika dipandang dengan kacamata iman.

Isra’ adalah perjalanan Nabi Muhammad saw dari masjidil Haram menuju Masjidil Aqsha, sedangkan Mi’raj adalah peristiwa di mana Nabi Muhammad saw dinaikkan oleh Allah ke Sidratul Muntaha atau langit tertinggi tempat di mana Nabi Muhammad bertemu Allah Subhanahu wa ta’ala.

Peristiwa Isra Mi’raj ini menunjukkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, karena betapa dengan mudahnya Allah memberangkatkan seorang hamba-Nya dengan perjalanan yang jaraknya amat sangat jauh hanya dalam waktu satu malam saja. Saat perjalanannya hingga kembali ke Makkah, Allah pun menunjukkan berbagai tanda kebesarannya kepada Nabi Muhammad saw.

Dalam firman-Nya, Allah SWT menerangkan tentang peristiwa perjalanan isra mi’raj Nabi Muhammad saw.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra: 1)

Rasulullah Menerima Kepemimpinan

Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad saw. Terjadi setelah wafatnya Abu Thalib paman Rasulullah dan Siti Khadijah ra. istri yang sangat dicintai Nabi karna kesetiaan dan pengorbanannya demi Nabi Muhammad dan agamanya. Tahun itu menjadi tahun kesedihan bagi Rasulullah saw.

Pada saat bersamaan Rasulullah saw. Mendapat tekanan dakwah yang semakin kuat, dan Nabi pun berusaha mencari dukungan untuk melindungi dakwah Islam. Namun, upaya mencari dukungan yang beliau lakukan gagal.

Tak berhenti sampai di situ, Nabi Muhammad kemudian mencari dukungan dakwah dengan mendatangi Bani Hamdan, Bani Hanifah, Bani Amir Sha’sha’ah, termasuk kepada Bani Tsaqif di Thaif.

Namun upaya beliau pun lagi-lagi menemui kegagalan. Semua bani yang didatanginya menolak seruan dakwah beliau, bahkan Nabi mendapat perlakuan yang sangat keji, penduduk Thaif melemparinya dengan batu hingga Nabi terluka dan berdarah.

Setelah diusir oleh penduduk Thaif, Nabi pun beristirahat di sebuah kebun anggur milik Syaibah dan Utbah, seraya berdoa mengadukan keadaannya kepada Allah SWT atas perlakuan mereka yang telah menghina dan menistakan Nabi.

Setelah beristirahat, kemudian Nabi Muhammad melanjutkan perjalannya ke Wadi Nakhlah, di sinilah Nabi bermalam. Lalu datanglah malaikat Jibril dan malaikat penunggu gunung dengan menawarkan bantuan untuk membinasakan Bani Tsaqif yang telah menghina beliau, tetapi tawaran itu ditolaknya dan nabi justru mendoakan “Semoga kelak dari keturunan mereka ada yang menyembah-Nya”.

Hal ini menjadi isyarat datangnya pertolongan Allah dan terkabulnya doa Nabi, sehingga Nabi kembali ke Makkah dan singgah di Gua Hira’ dan mengutus Zaid bin Haritsah untuk menemui Muth’im agar mau memberi perlindungan kepadanya.

Akhirnya Nabi pun dapat kembali ke Makkah dengan perlindungan Muth’im bin Adi. Tidak berselang lama Nabi mendapat kabar gembira dari Allah yaitu perjalanan Isra Mi’raj.
Allah menunjuk Nabi Muhammad menjadi imam bagi para Nabi dan Rasul di sebuah pelataran yang saat ini berdiri masjid kubah Shakhra’.

Ditunjuknya Nabi Muhammad sebagai imam bagi para Nabi dan Rasul bukan sekedar imam salat pada isra mi’raj melainkan sekaligus mengesahkan pengalihan mandat kepemimpinan dunia dari Bani Israel kepada Nabi Muhammad dan umatnya. Bahkan kelak di hari akhir semua manusia berada di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad.

“Akulah pemimpin anak Adam pada Hari Kiamat dan bukannya sombong. Di tanganku Bendera al-Hamd dan bukannya sombong. Tidak ada seorang nabi pun, tidak pula Adam, juga yang lainnya ketika itu, kecuali semua di bawah benderaku.” (HR at-Tirmidzi).

Lalu Nabi dinaikkan oleh Allah ke sidratul muntaha, dan disambut oleh para penduduk langit seolah mengisyaratkan bahwa walaupun di bumi para penduduk menolak Nabi tapi beliau disambut dan diterima oleh penduduk langit. Setelah peristiwa ini, Nabi kembali ke Makkah dan Allah memberikan pertolongan-Nya. Setelah diutusnya Mush’ab bin Umair berdakwah ke Madinah, dakwah pun diterima oleh kaum Aus dan Khazraj dengan masuknya mereka ke dalam Islam dan memberikan baiat Aqabah I.

Berselang satu tahun, datanglah 73 orang pemuda dan 2 orang wanita menemui Nabi di Mekkah memberikan Baiat Aqabah II sekaligus menyerahkan kekuasaan kepada Nabi Muhammad saw.

Momentum Kebangkitan Umat

Inilah peristiwa Isra Mi’raj yang memiliki arti sangat penting bagi umat Islam. Di dalamnya bukan hanya perintah mendirikan shalat lima waktu, melainkan ada peristiwa agung yang wajib kita imani yaitu penyerahan tampuk kepemimpinan dunia kepada Nabi Muhammad saw. dan umatnya.

Peristiwa Isra mi’raj juga bertepatan dengan peristiwa runtuhnya Khilafah Utsmani melalui tangan antek Inggris Mustafa Kemal Attaturk pada 28 Rajab 1342 H, dan merupakan bagian dari konspirasi antara Inggris, Perancis dan Yahudi. Namun, banyak dari kaum muslimin yang tidak memahami makna di balik peristiwa agung yang penuh hikmah dan pembelajaran ini.

Oleh karena itu, marilah kita jadikan bulan Rajab dan peristiwa Isra Mi’raj sebagai momentum kebangkitan umat Islam meraih kepemimpinan dunia. Wallahua’lam bishshowwab.[]

*Ibu Rumah Tangga

____

Disclaimer : Rubrik Opini adalah media masyarakat menyampaikan opini dan pendapat yang dituangkan dalam bentuk tulisan.

Setiap Opini yang ditulis oleh penulis menjadi tanggung jawab penulis dan Radar Indonesia News terbebas dari segala macam bentuk tuntutan.

Jika ada pihak yang berkeberatan atau merasa dirugikan dengan tulisan dalam opini ini maka sesuai dengan undang-undang pers bahwa pihak tersebut dapat memberikan hak jawab terhadap tulisan opini tersebut.

Sebagai upaya menegakkan independensi dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ), Redaksi Radar Indonesia News akan menayangkan hak jawab tersebut secara berimbang.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 − six =

Rekomendasi Berita