Israel Bajak Kapal Madeleine dan Tangkap Para Aktivis Pro-Palestina

Internasional1265 Views

 

RADARINDONESIANEWS.COM, Pasukan pendudukan Israel pada Senin pagi (waktu setempat) membajak kapal Madeleine, yang sedang dalam pelayaran menuju Jalur Gaza dalam misi kemanusiaan untuk menembus blokade Israel yang telah berlangsung sejak 2007.

Koalisi Freedom Flotilla melaporkan bahwa kapal tersebut kehilangan kontak sesaat sebelum pasukan komando laut Israel menaikinya. Radio Militer Israel kemudian mengonfirmasi bahwa pasukan mereka telah mengambil alih kendali kapal dan membawanya ke Pelabuhan Ashdod.

Dalam pernyataannya, Freedom Flotilla menyebut bahwa para relawan di atas kapal telah diculik, termasuk jurnalis Al Jazeera Mubasher, Omar Fayyad. Tentara Israel juga merilis rekaman penangkapan para aktivis asing yang berada di kapal tersebut.

Sebelumnya, pihak Freedom Flotilla mengabarkan bahwa sirene berbunyi di kapal Madeleine saat kapal perang Israel mendekat dan mengepungnya. Sebuah drone Israel dikabarkan menjatuhkan cairan putih tak dikenal ke atas kapal.

Anggota Parlemen Eropa, Rima Hassan, melalui media sosial X, membagikan foto saat sirene berbunyi dan menulis, “Mereka ada di sini,” merujuk pada kedatangan pasukan Israel.

Sementara itu, Pelapor Khusus PBB untuk Hak Asasi Manusia di Palestina, Francesca Albanese, mengonfirmasi bahwa kapal cepat Israel telah mencapai Madeleine.

Menurutnya, awak kapal telah memberi tahu tentara bahwa mereka membawa bantuan kemanusiaan dan tidak menimbulkan ancaman keamanan. Albanese menegaskan bahwa Israel tidak memiliki wewenang untuk menghentikan kapal tersebut di perairan internasional.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Israel, Yisrael Katz, mengeluarkan pernyataan keras bahwa Israel akan menggunakan segala cara untuk mencegah Madeleine mencapai Gaza. Media penyiaran resmi Israel juga melaporkan bahwa militer berencana menguasai kapal secara damai, menyeretnya ke pelabuhan Ashdod, menangkap para aktivis, dan mendeportasi mereka pada malam yang sama.

Kapal Madeleine berangkat awal Juni dari Pelabuhan Catania, Italia, membawa 12 aktivis dari berbagai negara serta bantuan kemanusiaan berupa makanan, obat-obatan, dan peralatan medis. Kapal ini merupakan bagian dari kampanye Freedom Flotilla Coalition, dan merupakan kapal ke-36 yang mencoba menembus blokade Gaza.

Nama Madeleine diambil dari Madeleine Kullab, perempuan Palestina pertama yang menjadi nelayan profesional di Jalur Gaza. Ia kehilangan ayah dan mata pencaharian akibat agresi militer Israel pada Oktober 2023. []

Berita Terkait

Baca Juga

Comment