by

Isti Rahmawati, S.Hum*: Pembukaan Sekolah, Jangan Gegabah

 

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Era new normal mulai diberlakukan di beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa Barat. Mengutip dari liputan6.com, Ridwan Kamil telah mengumumkan 15 kabupaten/kota di zona biru. Kelima belas daerah tersebut diizinkan untuk menerapkan new normal. Penerapan new normal yang menuai banyak kritik tersebut menambah PR besar pada berlangsungnya proses belajar mengajar.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI telah menyatakan, Tahun Ajaran Baru 2020/2021 akan tetap dilaksanakan pada 13 Juli 2020. Sedangkan menurut Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Dasar, dan Menengah, Hamid Muhammad, Metode belajar akan tergantung perkembangan kondisi daerah masing-masing. (Kumparan.com)

Pemerintah sudah tepat melonggarkan kebijakan proses belajar mengajar dengan mengikuti perkembangan penyebaran covid-19. Sebab jika rencana pembukaan kembali sekolah dipaksakan dan gegabah, sekolah bisa menjadi kluster penyebaran virus corona.

Namun yang dikhawatirkan adalah pembukaan sekolah nanti akan dilakukan saat kurva masih tinggi. Penerapan new normal saat ini pun, curva penyebaran masih menanjak dan belum menunjukkan penurunan yang signifikan.

Pemerintah perlu melibatkan IDAI dan ahli epidemiologi sebelum membuka sekolah pada tahun ajaran baru. Rencana ini perlu dipersiapkan dan dipikirkan secara matang karena menyangkut keselamatan guru, anak-anak, dan pegawai sekolah.

Pemerintah harus menjamin keamanan seluruh siswa, guru, maupun staf sekolah. Pembukaan sekolah jangan hanya sekadar mengerjar ketertinggalan proses pembelajaran siswa, namun sekolah dibuka betul-betul karena alasan ilmiah bukan hitung-hitungan untung rugi semata.

Dalam Islam, keselamatan warga negara lebih penting dari apapun. Negara yang seharusnya mampu mengatasi ekonomi yang terpuruk bukan dengan memaksa masyarakat untuk kembali menjalankan roda perekonomian.

Begitu pun pendidikan, negara hadir memberikan solusi pada proses belajar siswa yang vakum akibat pandemi. Jangan sampai pembukaan sekolah ini dipaksakan karena negara sudah tak mampu lagi mengatasi persoalan belajar mengajar di tengah pandemi.[]

*Praktisi pendidikan

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + 8 =

Rekomendasi Berita