Kembangkan Ekosistem Karbon Biru Nasional, KKP Gandeng Rubicon Carbon

Nasional34 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memperkuat pengembangan ekosistem karbon biru nasional melalui penjajakan kerja sama dengan Rubicon Carbon, perusahaan solusi karbon asal Amerika Serikat.

Kolaborasi ini diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat upaya mitigasi perubahan iklim.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP menyatakan, sinergi tersebut berpotensi membuka peluang investasi di sektor karbon, pengembangan teknologi, serta pembiayaan inovatif guna meningkatkan kualitas pengelolaan ekosistem karbon biru, seperti mangrove, terumbu karang, dan padang lamun.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, KKP juga tengah menyiapkan regulasi penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) melalui revisi Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 1 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon di Sektor Kelautan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, salah satu fokus pengembangan karbon biru saat ini adalah revitalisasi kawasan pesisir Pantai Utara Jawa melalui restorasi mangrove yang dipadukan dengan perbaikan sistem budidaya tambak.

“Program ini diarahkan untuk memulihkan kawasan pesisir yang mengalami degradasi selama puluhan tahun sekaligus meningkatkan kapasitas penyerapan karbon dan produktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Trenggono dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Dalam pertemuan dengan jajaran Rubicon Carbon di kantor KKP, Trenggono memaparkan rencana pengembangan proyek restorasi mangrove berskala besar di Pantai Utara Jawa serta penguatan pengelolaan kawasan konservasi laut.

Menurut dia, pemanfaatan teknologi pemantauan terhadap mangrove, padang lamun, dan terumbu karang akan menjadi bagian penting dalam penyusunan data karbon biru yang kredibel dan memenuhi standar internasional.

Melalui kemitraan tersebut, KKP dan Rubicon Carbon akan menjajaki penyusunan studi kelayakan, pengembangan proyek percontohan, mobilisasi investasi, hingga akses ke pasar karbon internasional.

Langkah itu diharapkan menghasilkan proyek karbon biru berstandar global yang mampu menarik minat pembeli kredit karbon sejak tahap awal pengembangan.

Head of Asia sekaligus Head of Asset Management Rubicon Carbon, Flora Ji, menilai Indonesia menunjukkan kepemimpinan dalam upaya pemulihan dan pelestarian mangrove.

“Kami sangat menantikan kerja sama dengan KKP untuk mengembangkan proyek tingkat lanskap yang berkualitas tinggi di Indonesia. Kami berharap proyek ini dapat menjadi contoh kelas dunia dalam upaya pemulihan mangrove,” kata Flora Ji.

Sementara itu, Chief Market Relations Officer Rubicon Carbon, Filipe Blackwood Oliveira, menegaskan komitmen perusahaannya untuk memastikan pengembangan karbon biru memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen untuk menghadirkan dampak nyata, bukan sekadar kata-kata, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat hingga puluhan tahun ke depan,” ujarnya.

KKP menegaskan seluruh pengembangan karbon biru akan mengedepankan prinsip keberlanjutan, tata kelola yang baik, dan pelibatan aktif masyarakat pesisir sebagai penerima manfaat utama.

Pemerintah berharap kolaborasi dengan sektor swasta dan masyarakat dapat menjadikan karbon biru sebagai instrumen penting dalam pencapaian target iklim nasional sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi biru Indonesia.[]

Comment