by

KH. Ust Hamidallah: Ramadhan Sebagai Wujud Terbentuknya Kualitas Taqwa

KH. Hamidallah saat Khutbah Jumat di Masjid At-Taqwa.[Dok/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA –  KH. Hamidallah dalam kesempatan Khutbah di Masjid Al-Taqwa, Jalan Bangka III, Jakarta Selatan, Jumat, (22/6/2018) mengatakan sasaran strategis Ramadhan adalah untuk menghadirkan nilai dan kualitas ketaqwaan.

KH. Hamidallah dalam kesempatan tersebut memberi contoh kualitas taqwa seorang anak gembala yang diuji ketaqwaannya oleh Amirul Mu’minin 15 abad yang lalu.

Saat seorang anak pengembala tersebut mengembalakan gembalanya, Amirul mu’minin, Umar Ibn Khattab membujuk dengan membeli seekor gembalanya.

“Wahai anak gembala, saya beli seekor gembala dan tidak usah kamu katakan kepada tuanmu. .” Ujar Umar membujuk.

“Maaf tuan, gembala ini milik tuan saya dan saya tidak bisa menjualnya kepada tuan.” Jawab anak gembala tersebut.

“Katakan saja bahwa seekor gembala dimakan srigala. Tuan mu tidak akan tahu.” Bujuk Umar kembali.

“Fa aynallah, Kalau demikian, di mana Allah?” Tanya anak gembala kepada Umar.

Umarpun terhentak dan sangat bangga dengan ungkapan jujur sang anak gembala. Jawaban tersebut menunjuukan kualitas keimanan dan ketaqwaan yang sangat luar biasa. Dengan ucapan tersebut, sang khalifah kemudian menemui si pemilik gembala dan membebaskan anak pengembala yang selama ini menjadi budaknya.

Dari kisah tersebut, KH Hamidallah menambahkan, kualitas iman seseorang tidak dipengaruhi oleh kemajuan ekonomi dan teknologi. Meskipun sang anak gembala hidup 15 abad lalu dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan dan tanpa teknologi yang hebat, kualitas iman dan ketaqwaanya begitu sangat luar biasa. Teknologi modern di zaman now justeru lebih banyak menyesatkan keimanan.

Keimanan dan ketaqwaan lanjut KH. Hamidallah, juga menjadi jaminan keberkahan sebuah negeri. Hal ini didasari QS: Al-Araaf:7 yang berbunyi, 

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Qualitas ketaqwaan menjadi sasaran strategis yang telah diperoleh di Bulan Ramadhan harus dipertahankan dan ditingkatkan sehingga mendatangkan keberkahan dari langit dan bumi. []

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − twelve =

Rekomendasi Berita