by

Khairu Ummah Ciledug Gelar Sanlat Ramadhan Membumikan Albiah

Peserta sat dengarkan tausyiah
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Sekolah Tahfidz Plus (STP) SD Khoiru Ummah Ciledug melaksanakan program rutin setiap tahun  “Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadhan”  Selama tiga hari dua malam mulai hari Kamis – Sabtu / 15-17 Mei 2019. Pesantren Kilat ini diikuti oleh seluruh Siswa/i kelas 1 – 6. 

Acara dimulai dengan tahfidz classical dan dilanjutkan dengan pembukaan yang disampaikan oleh Ustadzah Diah Winarni, S.Kom selaku kepala sekolah STP SD Khoiru Ummah Ciledug. 

Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak siswa/i  untuk senantiasa bersikap islami di manapun berada sesuai dengan  konsep Al- BiahKU, seperti senantiasa banyak membaca  Al Quran sepanjang hari dan berusaha mengamalkannya. Melakukan ibadah sepanjang hayat sesuai tata cara yang disyariatkan Allah dengan senang hati. Senantiasa berkata ahsan. Menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Hanya mengkonsumsi makanan yang halal wa thoyyib serta jangan lupa senantiasa menjaga adab saat di dalam masjid. 

“Dan yang terpenting Semoga 3 hari ini siswa/i bisa mengambil hikmah dari materi yang disampaikan para Ustaz dan Ustazahnya.” Ujar Diah Winarni.

Sanlat Ramadhan Khairu Ummah diisi dengan kegiatan yang sarat manfaat mulai dari tadarus Al-Qur’an, materi albiahKU, sholat fardhu, Dhuha dan tarawih berjama’ah, buka dan sahur bersama serta kultum yang  disampaikan oleh para siswa level besar secara bergantian, serta diselingi dengan ice breaking agar suasana sanlat tetap ceria penuh semangat.

Program rutin tahunan ini digelar dengan tujuan untuk melatih kemandirian, menumbuhkan kebersamaan dan saling memahami, membiasakan albiahKU (kebiasaan baik),  belajar kedisiplinan dan kesabaran, menanamkan keberanian, dan mengisi Ramadhan dengan amalan yang banyak mendatangkan pahala.

Inilah momentum yang sangat tepat untuk membumikan albiahKU kepada siswa/i, karena Allah akan melipat gandakan segala amalan Sholih di bulan suci Ramadhan ini.

Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang beruntung tuk menggapai ridho Allah, tidak tergolong orang- orang yang merugi.  Dan pembelajaran yang didapat selama sanlat bisa terus dijadikan bekal untuk melakukan ihsanul amal dalam sehari-hari. Sehingga pribadi Sholih terpatri dalam diri generasi Khoiru Ummah (umat terbaik), generasi pembangunan peradaban dambaan  umat.[Hawilawati]

Comment

Rekomendasi Berita