by

Khaliza Fahira: Sekeping Emas Asian Games Didamba Ribuan Ton Emas Freeport Terlupa

KhalizaFahira, Penulis
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Update klasemen dan perolehan medali Asian Games 2018, Senin (27/8/2018).Sampai pukul 12.30 WIB, Indonesia berhasil mengumpulkan 15 medali emas, 13 perak dan 25 perunggu di klasemen dan perolehan medali Asian Games 2018 (tribunnews.com) 
Ditengah hiruk pikuk dunia dengan perhelatan Asian Games yang dilaksanakan di Indonesia sejak Sabtu, 18 Agustus 2018,agaknya muda mudi Indonesia yang berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba memperebutkan keping keping emas sebagai tanda kemenangan. Di sisi lain, ada 1.187 ton cadangan emas  dengan nilai mencapai USD 469,7 M yang ada dibagian timur Indonesia.Freeport, sejak awal 1973 hingga kini masing dalam belenggu asing setelah beberapa kali mengalami  perpanjangan kontrak karya.
Aliansi mahasiswa papua (AMP) menilai, selama Freeport beroperasi di Papua, tak memberikan kesejahteraan rakyat, justru membuat kesengsaraan, kemiskinan dan terjadi pelanggaran HAM.Diwakili frans Nawipa anggota AMP mengatakan Freeport selama 50 tahun melakukan aktivitas tambang di tanah Papua, dan tidak ada sedikit pun keuntungan yang didapatkan masyarakat Papua. “Yang ada hanya kerusakan lingkungan, pembagian keuntungan apa? Keuntungan semua dibawa ke Jakarta, Papua Barat yang miskin malah semakin miskin,” (liputan6.com) 
Inilah potret pilu negeri ini, disaat ada ribuan ton cadangan emas di negerinya, penguasa dengan tangan terbuka mengizinkan asing “merampok”nya secara leluasa karena berdasar pada kontrak yang dianggap absah penguasa.Sementara itu, muda mudi diarahkan untuk mengencangkan ikat pinggangnya, menyiapkan tenaga terbesarnya, mengerahkan pemikirannya untuk mendapat keping keping emas dari prestasi olahraga yang dihelat dalam Asian games. Hingga Senin (27 Agustus) Indonesia yang telah menggaet 15 medali emas, disambut luar biasa oleh masyarakat dan penguasa. Ini seakan membutakan masyarakat, bahwa mereka punya lebih banyak kekayaan yang dirampok secara legal oleh asing. 
Dalam pandangan Islam, Sumber daya alam merupakan milik rakyat.Negara wajib mengelolanya untuk memperoleh sebesar-besarnya kesejahteraan rakyat. Maka perjanjian kontrak karya yang menyerahkan pengelolaan tambang emas terbesar sedunia di Papua oleh pemerintah kepada Freeport adalah kebathilan. 
Semestinya barang barang tambang yang memiliki kandungan sangat banyak tidak dikelola individu atau kumpulan individu (perusahaan) karena hasilnya pasti hanya akan dinikmati segelintir orang seperti yang saat ini terjadi.Dalam Islam, Sumber daya alam yang berlimpah dikelola negara dan hasilnya kemudian dikembalikan kepada rakyat sebagai pemiliknya. Baik dalam bentuk fasilitas pendidikan, kesehatan, keamanan gratis atau distribusi langsung. 
Inilah yang harus dipahami masyarakat, bahwa sistem kapitalis sekuler terbukti hanya menguntungkan segelintir orang dan menyengsarakan rakyat banyak. Maka untuk mewujudkan kesejahteraan sebaik baiknya adalah dengan diterapkan syariah Islam secara Kaffah. [Kf]

Penulis adalah siswa MAN Lhokseumawe

Comment