by

Di Kute Seribu, Ratusan Peziarah Gelar Doa Bersama

Foto/Alif/radarindonesianews.com
RADARINDONESIANEWS.COM, BANGKA BARAT – Ratusan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia datang ke kota Muntok Bangka Barat Bangka Belitung berbaur jadi satu dengan masyarakat Kampung Tanjung Kelurahan Tanjung Muntok. Kedatangan para peziarah ini tidak lain, menggelar Ziarah dan Doa Arwah Kute Seribu 2018 di lokasi Makam Tangga Seribu atau Kute Seribu, tepatnya sekitar 150 meter di belakang Klenteng Kong Fuk Miau dan Masjid Jami’  Muntok, Sabtu pagi 25/8/2018 .
Diantara yang hadir dalam acara ini, Asisten Pemerintah dan Sosial Pemkab Bangka Barat, Muhammad Soleh, Kepala Biro Kesra Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Asyraf Suryadin, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Suwito, Kabid Kesenian dan Kebudayaan Dinas Pariwisata Kabupaten Bangka Barat Bambang Aryo Suseno, tokoh masyarakat Yan Juanda, para tokoh pemuka agama dan segenap undangan lainnya.
Habib Umar Alwi Assegaf, selaku Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan, pelaksanaan acara ini sudah menjadi agenda mereka setiap tahun, yakni pada hari ketiga Hari Raya Idul Adha. Untuk tahun 2018 ini pelaksanaannya sudah delapan kali.
Dikatakannya, Ziarah dan Doa Arwah Kute Seribu ini bertujuan untuk mengingat kembali perjuangan para pendiri kota Muntok sebagai bentuk penghargaan terhadap apa yang telah mereka lakukan.
” Oleh karena itu kita tidak boleh melupakan, meskipun barangkali pencapaian kita saat ini lebih luar biasa dibandingkan dengan senior – senior kita. Tetapi perlu diingat, bahwa Allah SWT telah menjadikan mereka sebagai pionir kita. Sebagai orang yang dengan kesederhaaannya mampu memberikan tempat dan ruang untuk kita sekalian,”pesan Habib Umar.
Dia menambahkan, tidak semua orang bisa membuat perkampungan bahkan sebuah negeri yang bisa dihuni para penerus selanjutnya.
” Tapi lihat, orang yang kita hauli, mereka adalah pendiri kota Muntok ini. Sesederhana apapun kota Muntok yang telah didirikan oleh beliau, dirintis oleh beliau, sekarang ini menjadi tempat dan ruang kita untuk kemudian kita bisa berkiprah,”pungkas Habib.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang diwakili Kepala Biro Kesra, Asyraf Suryadin mengatakan, sangat mendukung acara ini, karena jika acara seperti ini tidak ada yang melakukan, kemungkinan besar generasi selanjutnya akan melupakan para tokoh pendahulunya. Namun dia berharap, acara ini tidak hanya berupa memperingati saja.
” Saya juga berharap pada sesi ini tidak hanya yang bersifat memperingati tetapi dengan peringatan – peringatan yang bisa dilakukan oleh masyarakat Muntok maupun Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, untuk mengingat para pejuang itu dengan memberikan nama – nama jalan yang ada di Muntok. Kita juga berharap sejarah – sejarah yang ada itu tidak hanya berupa lisan saja, tetapi juga dalam bentuk tertulis sehingga generasi kita kedepan dapat mengenal satu demi satu para pendiri kota Muntok ini,” kata Asyraf.
Sedangkan Yan Juanda Saputra selaku putra daerah dan tokoh masyarakat, lebih menyoroti acara haul ini sebagai pengingat bagi yang masih hidup, bahwa nanti semua orang akan berpulang kepada Sang Pencipta.
” Ini memang perlu kita lestarikan karena mengingatkan kepada orang yang masih hidup bahwa anda juga nanti akan berpulang. Ini penting karena kehidupan sekarang kan dinamikanya keras sekali. Hubungan silaturrohim harus kita jaga, hablum minallah dan hablum minannnas harus kita jaga dengan sebaik – baiknya,” ujarnya. (Alif )

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two × two =

Rekomendasi Berita