by

Klarifikasi Dispenal TNI AL: TNI-AL Samasekali Tidak Melakukan Kekerasan Terhadap Wartawan

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Dispenal TNI AL dengan tegas membuat pernyataan klarifikasi beredarnya berita tindakan kekerasan oleh Oknum TNI-AL kepada wartawan di medsos WhatsApp. 

Selanjutnya, pada hari Jumat, 20 April 2018 pukul 11.30 WIB. telah dilakukan penyelidikan terhadap seorang atas nama Jonathan Ferdinand Sigar yang mengaku sebagai wartawan inputrakyat.co.id yang memiliki ID Pers Media Online (Rajawalinews.com, Pilar Indonesia, dan Indonesianews.com) serta memiliki KTP yang tidak sesuai dengan identitas yang sebenarnya.



Jonathan Ferdinand Sigar masuk ke dalam Ksatrian Mabesal untuk meliput kegiatan olahraga bersama Kasal dan dirinya tidak termasuk dalam daftar undangan wartawan yang telah di verifikasi Dispenal. Yang bersangkutan masuk dengan cara mengikuti rombongan wartawan lain tanpa melaporkan Identitas sesuai ketentuan yang berlaku, Narena Dispenal tidak pernah mengundang yang bersangkutan.

Pada saat pembagian goody bag oleh tim Dispenal dalam acara tersebut, Jonathan dengan sengaja mengambil foto berkali-kali tanpa izin sehingga menimbulkan pertanyaan, meengingat kegiatan tersebut bukan objek publikasi. 
Pada saat ditegur untuk tidak melakukan pengambilan gambar, dan diminta untuk menghapus foto-foto tersebut, yang bersangkutan tidak kooperatif. Pada saat kejadian, Semua rekan-rekan media juga menyaksikan, dan tidak setuju dengan perbuatan yang bersangkutan mengambil gambar terhadap sesuatu yang bukan obyek publikasi.
Jonathan Ferdiand Sigar yang mengaku dari media Rajawalinews.com, Pilar Indonesia, dan Indonesianews.com menunjukkan sikap yang kurang bersahabat. Agar tidak mengganggu suasana pada saat itu, maka yang bersangkutan dibawa ke penjagaan Media Center (Dispenal) yang lokasinya tidak jauh dari tempat kumpul rekan-rekan media untuk mempertanyakan maksud, tujuan, dan motivasinya berbuat seperti itu pada saat pembagian Goodybag.

Karena jawaban yang bersangkutan berbelit-belit, tidak kooperatif dan bersiteguh bahwa perbuatannya tidak melanggar ketentuan yang berlaku, maka yang bersangkutan diserahkan kepada Satuan Pengamanan Denma Mabesal dan Provost untuk mendalami lagi permasalahan tersebut sesuai prosedur yang berlaku.
Saat pemeriksaan, yang bersangkutan telah mengakui kesalahannya. Dalam Surat Pernyataan yang ditulis tangan oleh Jonathan Ferdinand Sigar, dirinya mengaku memasuki Ksatrian TNI AL dan mengikuti kegiatan TNI AL tanpa undangan serta mengambil foto-foto yang bukan obyek publikasi tanpa izin. Pengakuan tersebut dibuat di atas kertas bermaterai dan ditandatangani oleh yang bersangkutan di atas kertas bermaterai. Selanjutnya permasalahan ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
Dalam pemeriksaan yang dilakukan sesuai Standard Operational Prosedure (SOP) yang sangkutan tidak menunjukkan bahwa dia sebagai seorang wartawan yang profesional dan bertanggung jawab. Karena yang bersangkutan tidak kooperatif, berbelit-belit dan bersikukuh bahwa tindakannya tidak melanggar aturan walaupun yang bersangkutan mengetahui pengambilan gambar tersebut bukan obyek publikasi. 
Dari sikap dan prilaku yang bersangkutan dapat diambil kesimpulan bahwa apa yang dilakukannya memiliki maksud lebih jauh dari sekedar mengikuti kegiatan OR Bersama. Dari informasi yang didapat dari rekan-rekan sesama media, yang bersangkutan juga sudah banyak bermasalah di mana- mana dan sudah diblack-list di Puspen TNI, Dispenad, Dispenau dan Puster TNI AD.
Sebagai instansi militer dengan semua aturan yang sesuai SOP, Mabes AL dapat menuntut yang bersangkutan secara hukum karena telah melakukan penyusupan di instansi militer. Bila permasalahan ini tidak segera diselesaikan secara kekeluargaan, sesuai Surat Pernyataan yang dibuat oleh yang bersangkutan, maka Mabes TNI AL dapat mengambil tindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.
Karena yang bersangkutan dengan kesadaran sendiri mau membuat surat pernyataan di atas materai (surat pernyataan terlampir), Maka pihak TNI AL mau menerima, dan mengizinkan serta mengingatkan yang bersangkutan untuk tidak mengulangi perbuatannya kembali. Setelah semua jelas, yang bersangkutan didampingi anggota TNI AL meninggalkan Mabes AL sampai ke pintu Pos Delta Mabes TNI.
Dalam surat Hak Jawab yang dibuat oleh Dispenal TNI AL tertanggal 16 Mei 2018, TNI AL tidak terima dengan pernyataan yang beredar baik di media sosial seperti whatsapp dan media online dengan pemberitaan secara negatif dan sudah menjadi viral di media sosial.  TNI AL akan menuntut balik sesuai dengan pernyataan yang bersangkutan.

“Pada pemberitaan di media-media di atas cenderung provokatif dan hiperbola, terhadap permasalahan antara TNI AL dengan saudara Jonathan Ferdinand Sigar dengan akurasi data yang tidak valid tanpa adanya konfirmasi kepada pihak TNI AL dalam hal ini Dinas Penerangan Angkatan Laut (Dispenal).Bahkan dalam pemberitaan itu ada yang menyebutkan nama personal Dispenal lengkap dengan pangkatnya dan dituduh “psikopat”Jelas hal tersebut tidak benar dan kental dengan unsur fitnah maupun pencemaran nama baik. Sangat disayangkan, seharusnya sebagai media dan seorang jurnalis yang merasa memiliki kredibilitas baik, sudah selayaknya memberitakan secara berimbang, dan tidak mengedepankan pernyataan subyektif serta mengutamakan asas praduga tak bersalah.”

Berkaitan dengan beredarnya di media, terutama medsos yang mengutuk keras oknum TNI AL berbuat kekerasan terhadap wartawan seperti menyekap, menendang setiap menit, menginjak-nginjak, meludahi, menelanjangi, mencambuk hingga mengancam akan dibunuh. Hal Itu Tidak Benar. Sekali lagi, Tidak Benar,  termasuk menyebut Awas Ada Oknum Psikopat di Dispen TNI AL. Pernyataan ini merusak citra TNI AL, dan sebagai bagian dari Pencemaran Nama Baik dan Pernyataan Palsu yang tidak sesuai dengan Fakta yang sebenarnya, Demikian Klarifikasi Dinas Penerangan Angkatan Laut sebagai hak jawab atas pemberitaan yang dianggap tidak sesuai fakta.[] 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

5 × five =

Rekomendasi Berita