RADARINDONESIA.NEWS.COM–Komunitas Corak Karya kembali mengadakan seminar parenting bertajuk “Orangtua Berperan Penting Hadapi Bullying”, pada Sabtu (18/9/2022).
Acara yang berlangsung di WA grup Komunitas Corak Karya ini dipandu oleh Siti Mufanjirah, S.Pd. selaku moderator dan diikuti kurang lebih 90-an peserta.
Srie Ummu Roya selaku pemateri memaparkan bagaimana peran orangtua dalam menghadapi fenomena bullying yang akhir-akhir ini semakin marak terjadi.
“Bullying ini bisa terjadi menimpa siapa saja dan kapan saja, mulai sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Bahkan orang dewasa pun bisa menjadi korban bully, ” jelasnya.
Ia menjelaskan jenis-jenis bullying yang meliputi bullying fisik, bullying relasi dan bullying verbal.
“Jadi bullying fisik, adalah jenis bullying yang melibatkan kontak fisik seperti memukul, menendang, meludahi, dan lain-lain. Sementara bullying relasi adalah bullying yang tujuannya untuk menolak dan memutus relasi korban. Hal ini biasanya dilakukan dengan cara memusuhi korban, mengucilkan, menghasut, bahkan mempermalukan di depan umum,” imbuhnya.
Ia menambahkan bullying verbal, merupakan bully mengunakan bahasa verbal dengan tujuan untuk menyakiti.
” Contohnya seperti mengejek, memberi julukan yang kurang pantas, memfitnah dan lain sebagainya,” bebernya.
Ummu Roya mengatakan, orangtua harus berperan aktif dalam menangani dan mencegah bullying.
“Jika anak menjadi korban bullying, maka orangtua harus bisa menyakinkan anak, bahwa hadirnya orangtua akan membuatnya aman, sehingga berani mengungkap pembullyan yang terjadi,” tegasnya.
Namun jika anak menjadi pelaku bullying, orangtua harus bisa mencari akar permasalahannya dan bersikap tegas. Memberikan nasihat dan arahan sehingga tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
“Jika anak kita yang menjadi pelaku perundungan, maka yang pertama harus kita lakukan adalah mencari akar permasalahannya. Kita sebagai orang tua juga harus bijak menyikapinya. Jika langsung marah, menghukum tidak menutup kemungkinan anak akan segan untuk mengungkapkan masalahnya kepada orang tua. Lebih parahnya lagi, mereka akan semakin menjadi, ” jelasnya.
Ia pun menyampaikan bahwa orangtua harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, sehingga kita bisa tahu apa yang terjadi pada anak-anak.
“Kita bangun kolaborasi dengan pihak sekolah sehingga bisa bersama-sama mencegah dan memutus rantai bullying, ” tandasnya.
Ummu Roya menegaskan harus segera bergerak untuk memutus mata rantai bullying yang melanda anak-anak.
“Sudah saatnya katakan stop pada bullying karena bisa membawa dampak negatif baik kepada korban maupun pelaku,” pungkasnya [Sri Purwanti]









Comment