by

La Nyalla Ngaku Sakit, Pelimpahan Berkas Korupsinya ke Pengadilan Tipikor Ditunda

RADARINDONESIANEWS.COM, SURABAYA – Saat Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya memperpanjang masa penahanan La
Nyalla Mattalitti tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim, para pengacara La Nyalla mengabarkan bahwa La Nyalla sakit.

“Kuasa hukumnya memberitahu ke kami bahwa La Nyalla kondisinya sakit.
Namun kami sarankan agar kuasa hukumnya melaporkan hal itu ke dokter
Rutan Salemba cabang Kejagung,” ujar Didik Farkhan, kepala Kejari Surabaya, saat ditemui diruang
kerjanya.

Saat ditanya perihal La Nyalla sakit apa, Didik mengaku belum bisa
memastikannya. Hanya saja Didik enggan langsung mempercayai kabar
tersebut begitu saja, hingga akhirnya dirinya menyarankan agar kuasa
hukumnya berkordinasi dengan dokter rutan,” katanya.

“Atas dasar kabar tersebut, kami
juga memutuskan untuk menunda pelimpahan berkas perkara La Nyalla ke
Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat,” terangnya.

Seperti diketahui, La Nyalla ditetapkan sebagai
tersangka kasus korupsi dana hibah Kadin Jatim untuk pembelian saham
perdana (IPO) Bank Jatim sebesar Rp 5 miliar pada tahun 2012 lalu. Selama
ditetapkan sebagai tersangka, La Nyalla kabur ke Singapura, hingga
akhirnya tertangkap dan dideportasi ke Indonesia.

Menanggapi
hal tersebut, ketua PP Surabaya, Bajo Suherman menyatakan bahwa
kejaksaan telah melanggar HAM (hak asasi manusia). “Seharusnya bapak La
Nyalla segera dibebaskan dari tahanan karena sakit. Orang sakit kok
ditahan, itu tidak ber-peri-kemanusiaan”, ujarnya.

Lebih
lanjut, ketua Perkumpulan Pemuda Surabaya itu menyatakan bahwa selain
melanggar HAM, kejaksaan juga tidak menghormati lembaga tinggi negara,
yakni Mahkamah Agung (MA). “Sudah tahu bahwa bapak La Nyalla itu
keponakan ketua MA, harusnya segera dibebaskan. Apalagi bapak Hatta Ali
ketua MA sudah pernah menyatakan di media, bahwa bapak La Nyalla adalah
keponakan beliau. Bahkan ketua MA menyatakan bahwa bapak La Nyalla
merupakan keponakan langsung dari beliau”, ujarnya.

“Dan
juga, berdasar keterangan para pengacara bapak La Nyalla pada media,
bahwa selama diperiksa oleh kejaksaan bapak La Nyalla bungkam dan  sama
sekali tidak mau menjawab serta tidak mau memberi keterangan, kecuali
pertanyaan tentang identitas dirinya” tambahnya.

“Meski
ada alat bukti maupun keterangan dari para saksi, tetapi karena tidak
ada pengakuan dari bapak La Nyalla sebagai tersangka, maka pengusutan
harus dihentikan dan kasus dinyatakan selesai”, kata Bajo.

“Berdasar
itu semua, maka bapak La Nyalla Mattalitti harus segera dibebaskan.
Percuma saja kejaksaan nekat mengusut kasus itu dan membawanya ke
persidangan di pengadilan tipikor. Karena pasti akan dikalahkan oleh
hakim yang pasti kompak menjaga kehormatan ketua MA sebagai pimpinan
tertinggi lembaga peradilan. Apalagi dalam kasus itu sama sekali tidak
ada pengakuan dari bapak La Nyalla. Maka sikap kejaksaan yang membawa
kasus ini ke pengadilan tipikor adalah langkah yang cacat hukum”,
pungkasnya.[Bambang T]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

16 − twelve =

Rekomendasi Berita