by

Paul Grigson Perangi Perdagangan Manusia dan Perbudakan ASEAN

 
Duta besar Australia untuk Indonesia, Paul Grigson.[Gofur/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Duta besar Australia, Paul Grigson Hadir dalam kesempatan Konferensi Perdagangan Manusia dan Perbudakan di industri perikanan ASEAN, Selasa (16/8).

Dalam pidatonya, Paul menyatakan, tidak ada negara atau kawasan yang bebas dari permasalahan ini. Kawasan Asia-Pasifik mempekerjakan dua pertiga dari sekitar 45,8 juta orang dalam perbudakan modern di seluruh dunia.

Ini lanjut Paul adalah kegiatan kriminal skala besar. Perdagangan manusia dan eksploitasi yang terkait dengannya menghasilkan sekitar AS$150 miliar laba haram setiap tahunnya. Di industri perikanan, ada hubungan antara perikanan gelap (IUU) dengan perdagangan manusia, obat-obatan dan senjata.

Australia akan memerangi kejahatan perdagangan dan perbudakan manusia dengan strategi dan mengacu pada kebijakan Kemenlu Australia, Julie Bishop yang telah meluncurkan strategi internasional Australia.

Langkah langkah yang dipaparkan Paul dalam pidatonya tersebut akan memfokuskan upaya-upaya pada kerja sama dengan negara-negara di kawasan. Kerja sama kawasan sangatlah penting untuk mendeteksi, menuntut ke pengadilan dan mencegah kapal-kapal gelap untuk bisa mendaratkan tangkapan mereka.

Selain itu lajut Paul, Australia akan mendesak berbagai negara untuk bekerja sama secara lebih erat dengan lembaga-lembaga multilateral yang berhubungan dengan perdagangan manusia dan perbudakan.[GF] 


Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

four − three =

Rekomendasi Berita