Lewat Buku “Membumikan Good Journalist Governance”, Adhifatra Agussalim Dorong Reformasi Etika Pers

Aceh, Daerah156 Views

RADARINDONESIANEWS.COM, ACEH UTARA – Komitmen untuk memperkuat kualitas jurnalisme di Indonesia terus digelorakan Adhifatra Agussalim. Salah satunya melalui peluncuran buku terbarunya bertajuk “Membumikan Good Journalist Governance”, sebuah karya yang menjadi refleksi sekaligus panduan dalam membangun tata kelola pers yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab.

Buku ini lahir dari kegelisahan penulis terhadap dinamika industri media yang kian kompleks di era digital. Arus informasi yang serba cepat, persaingan berbasis klik, serta lemahnya proses verifikasi data dinilai berpotensi menggerus nilai-nilai fundamental jurnalistik.

Melalui karya tersebut, Adhifatra mengajak insan pers untuk kembali meneguhkan etika dan integritas sebagai fondasi utama profesi kewartawanan.
Dalam buku ini, pembaca diperkenalkan pada konsep Good Journalist Governance sebagai sistem yang mengatur relasi antara wartawan, redaksi, pemilik media, dan masyarakat.

Prinsip transparansi, akuntabilitas, serta keberpihakan pada kepentingan publik menjadi benang merah dalam setiap pembahasannya.

“Pers tidak cukup hanya bebas, tetapi juga harus bertanggung jawab. Kebebasan tanpa etika justru dapat merugikan masyarakat,” ujar Adhifatra, Kamis (12/02/2026).

Ia menegaskan bahwa profesionalisme wartawan harus dibangun melalui pendidikan yang berkelanjutan, mekanisme pengawasan internal yang kuat, serta komitmen moral yang kokoh.

Buku ini juga dilengkapi berbagai studi kasus dan pengalaman lapangan yang dapat menjadi referensi praktis bagi para praktisi media.

Kehadiran “Membumikan Good Journalist Governance” diharapkan memperkaya khazanah literatur jurnalistik nasional sekaligus menjadi rujukan bagi lembaga pers, perguruan tinggi, dan komunitas media dalam menyusun standar kerja yang lebih berintegritas.

Sejumlah pemerhati media menilai buku ini sebagai kontribusi strategis dalam mendorong reformasi etika pers di Indonesia.

Di tengah tantangan disrupsi digital, gagasan yang diusung dinilai relevan untuk menjaga marwah profesi wartawan.

Melalui penerbitan buku ini, Adhifatra Agussalim berharap tercipta ekosistem pers yang tidak hanya cepat dan populer, tetapi juga kredibel dan bermartabat.[]

Comment