LKPI: Kader Gerindra, Ferry Juliantono Memiliki Kans Balon Gubernur Jawa Tengah

Berita1525 Views
Ferry Juliantono.[Nicholas/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Menurut hasil metadata survei jajak pendapat suara masyarakat Jawa Tengah jelang Pilgub dan Wagub Jawa Tengah yang bakal digelar tahun 2018, sejalan munculnya 20 nama tokoh nasional maupun lokal dengan kandidat yang diperbincangkan masyarakat juga berita di media terkait pilgub di Jawa Tengah, berdasarkan tolakukur kriteria akseptabilitas, elektabilitas dan keterpilihan tokoh, Direktur Eksekutif LKPI, Arifin Nurcahyono memaparkan dari beberapa kandidat yang nantinya akan bertarung di ajang pesta demokrasi lima tahunan, menurut hasil survei LKPI sementara Tokoh muda Ferry Juliantono yang bernaung dan Wakil Ketua Umum Partai-nya Prabowo Subianto secara mengejutkan menduduki peringkat empat dengan tingkat keterpilihan 5,4% dan modal cukup untuk bisa maju sebagai tokoh muda baru, demikian ungkap Direktur LKPI berdasarkan siaran pers singkatnya dilansir. Jakarta, senin (24/7)

Adapun beberapa tokoh Nasional maupun tokoh lokal Jawa Tengah yang bermunculan, seperti Ganjar Pranowo (Petahana Gubernur Jawa Tengah), Nusron Wahid (Kepala BNP2TKI), Hidayat Nurwahid (PKS), Rutriningsih (Mantan Wagub Jateng dan Bupati Kebumen), Abdul Wahid (Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah), Ferry Joko Juliantono (Waketum Gerindra dan Tokoh Pergerakan Tani ,Nelayan dan Buruh), Wisnu Suhardono (Ketua DPD Golkar), Budiman Sujatmiko (PDI-Perjuangan), Musthopa ( Bupati Kudus), Komjen Budi Waseso (Kepala BNN), Yoyok Riyo Sudibyo (mantan Bupati Batang), Sudirman Said (Mantan Menteri ESDM), Marwan Jaffar (PKB), Letjen TNI Agus Sutomo (Irjen Kemenhan ), Enthus Susmono (Bupati Tegal), Seno Samodro ( Bupati Boyolali), FX Hadi Rudyatmo (Wali Kota Solo), Hendrar Prihadi (Walikota Semarang), Mundjirin (Bupati Semarang), Triyono Budi Sasongko, M.Si (Mantan Bupati Purbalingga 2 periode dan Plt Gubenur Kaltara).

Direktur LKPI mengemukakan dari kriteria tingkat popularitas tokoh di masyarakat Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memang menduduki tingkat Popularitas paling tinggi mencapai 89,3 %, namun popularitasnya tidak lepas dari diperiksanya oleh KPK dalam Kasus e-ktp.

Sedangkan tokoh lainnya, Musthopa 79,2 %, Yoyok Riyo Sudibyo 73,2 %,Komjen.Budi Waseso 71,2 %,Nusron Wahid 45,3 % , Marwan Jaffar 49,3 %,Hidayat Nurwahid 67,4 %, Rutriningsih 71,2 %, Abdul Wahid 49,2 %, Wisnu Suhardono 61,2%, Budiman Sujatmiko 53,2 %, Ferry Joko Juliantono 52,2 %, Sudirman Said 40,2 %, Letjen TNI Agus Sutomo 61,2 %, Enthus Susmono 67,2%, Seno Samodro 51,7 %, FX Hadi Rudyatmo 68,3 %, Hendrar Prihadi 48,9 % , Mundjirin 51,3 %, Triyono Budi Sasongko, M.Si 74,5 %

Hasil penelusuran kriteria dari tingkat akseptabilitas, Arifin Nurcahyono menyampaikan dari ke 20 tokoh berpotensi menjadi bakal calon Gubernur Jawa Tengah diperoleh Ganjar Pranowo memiliki tingkat akseptabilitas yaitu 49,3%.”Akseptabilitas Ganjar dibawah 50%, tidak lepas dari kinerja Ganjar selama memimpin Jawa Tengah, soalnya oleh masyarakat tidak banyak pembangunan di Jawa Tengah dan minimnya lapangan kerja ditambah lagi pengaruh sempat diperiksa KPK dalam kasus e-ktp,” kemukanya.

Sementara, berdasarkan hasil Survei metadata LKPI bahwa tokoh yang memiliki tingkat akseptabilitas tertinggi oleh masyarakat Jawa Tengah adalah Bupati Kudus Musthopa dengan tingkat akseptabilias 67,8 % ,disusul oleh Triyono Budi Sasongko, M.Si 67,3,5 % dan Letjen TNI Agus Sutomo 66,2 %, Rutriningsih 65,3 %, Komjen Budi Waseso 61,6 %,,Wisnu Suhardono 59,2%, Enthus Susmono 57,1%, Ferry Joko Juliantono 52,2 %, Yoyok Riyo Sudibyo 58,4%, Nusron Wahid 35,2 % , Marwan Jaffar 41,2%,Hidayat Nurwahid 47,2 %, Abdul Wahid 39,4 %, Budiman Sujatmiko 43,1 %, Sudirman Said 40,2 %, Seno Samodro 49,7 %, FX Hadi Rudyatmo 53,4 %, Hendrar Prihadi 49,7 % , Mundjirin 50,5 %.

Sedangkan menurut survey tingkat elektabilitas tokoh, sesuai pilihan responden masyarakat Jawa Tengah, sambung Direktur LKPI menyebutkan Musthopa (Bupati Kudus) dipilih sebanyak 16,6% dipilih jika diadakan pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada hari ini, lalu Ganjar Pranowo petahana ada diurutan kedua yaitu dipilih sebanyak 15,2 persen ,dan Triyono Budi Sasongko, M.Si (Mantan Bupati Purbalingga 2 periode dan Plt Gubenur Kaltara) dipilih sebanyak 7,6 persen.

“Tokoh muda dari partai Gerindra, Ferry Joko Juliantono secara mengejutkan menduduki posisi ke-4 dengan tingkat keterpilihan sebanyak 5,4 % , Yoyok Riyo Sudibyo 4,3 %, Rutriningsih 4,2%, Wisnu Suhardono 3,7 %, Marwan Jaffar 3,5%, Hidayat Nurwahid 3,5% ,Agus Sutomo 3,4%, FX Hadi Rudyatmo 2,9 %, Abdul Wahid 2,9 %, Hendrar Prihadi 2,9 %, Mundjirin 2,7%, Nusron Wahid ( Kepala BNP2TKI 2,4%, Budiman Sujatmiko 2,1 dan yang tidak memilih 8,7 %,” ungkapnya.

Arifin Nurcahyono merasa indikasinya cenderung berat bagi Ganjar Pranowo sebagai Petahana untuk berpeluang kembali memimpin Jawa Tengah dengan modal tingkat elektabilitas 15,2%, ditambah pula diurutan kedua dibawah Musthopa (Bupati Kudus) dengan tingkat keterpilihanya 16,6 % ,sekalipun tingkat Popularitas Ganjar yang sangat tinggi dibandingkan Musthopa.”Akan tetapi popularitas menurun karena sesuatu hal yang negatif, terkait kasus E- KTP yang ditangkap publik Jawa Tengah. Sementara Triyono Budi (Mantan Bupati Purbalingga dua periode) dan mantan Plt Gubernur Kaltara malahan berpeluang besar maju dengan tingkat Elektabilitas 7,6 %,” pungkasnya.

Survey LKPI dimulai semenjak 8 hingga 18 Juli 2017 melibatkan 1668 masyarakat Jateng selaku Responden Survei, ditentukan dari total DPT Pilpres 2014 Provinsi Jawa Tengah yang sejumlah 27.385.217 pemilih dengan pertanyaan terkait ‘Siapakah Tokoh Yang Berpotensi Memimpin Provinsi Jawa Tengah pada Pilgub 2018’, sehubungan pada 27 Juni 2018 masyarakat provinsi Jawa Tengah turut memilih.

Sebagai catatan, responden menjawab 69,2% keadaan ekonomi keluarga mereka memburuk akibat kebijakan pemerintah yang tidak memberikan dampak pada peningkatan ekonomi di desa desa di Jawa Tengah dan 17,3 persen mengatakan biasa saja tanpa ada perubahan yang signifikan pada tingkat kemajuan ekonomi keluarga dan 13,5% menyatakan ada peningkatan ekonomi keluarga mereka.[Nicholas]

Comment