by

Lutfi Nasution: Tertangkapnya IG Jangan Alihkan Kasus Sumber Waras

Ketua DPD RI, Irman Gusman.[Suroto/radarindonesianews.com]

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Kinerja Lembaga Antirasuah, Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) RI kembali menangkap sejumlah pihak terkait
kasus dugaan suap dari pengusaha gula yang berinisial FXS dan istrinya
MMI kepada IG (Ketua DPD RI), dalam operasi tangkap tangan (OTT), Sabtu (17/9) 2016 dinihari,  dirumah dinas.

Menurut
Lutfi Nasution aktivis 98, penangkapan terhadap IG, FXS dan MMI
memiliki muatan politis.”Jika KPK murni menegakan hukum dan berantas
korupsi harusnya menyelesaikan kasus korupsi yang terdahulu. Seperti
BLBI, Century, RS Sumber Waras, Reklamasi Teluk Jakarta, Pembelian Lahan
Pemprov DKI oleh Pemprov DKI sendiri, dll, “Ujarnya melalui keterangan tertulis,. Sabtu (17/9).
Saat melakukan penangkapan KPK berhasil menemukan
uang sebesar 100 juta rupiah yang disimpan ke dalam bungkusan plastik di kamar IG.
“Kami
turut apresiasi atas kerja KPK, namun KPK jangan sampai
kesampingkan kasus yang belum tuntas sebelumnya. Ini terkesan KPK
hanya dijadikan alat kekuasaan membunuh lawan politiknya saja,” cetusnya
lagi.
“Dan mengalihkan issue terkait penentuan
Cagub dan Cawagub DKI Jakarta 2017 yang pendaftarannya tinggal
menghitung hari saja. Bahkan diikuti rumor beredar bahwa Presiden Joko
Widodo menginstruksikan agar Ketua Umum Parpol untuk mendukung salah
satu Cagub DKI Jakarta dalam pilgub 2017 mendatang,” paparnya lagi.
Hal
ini mengindikasikan ada kekuatan politik yang menggiring KPK untuk
bekerja berdasarkan kepentingan politik semata, bukan untuk penegakan
hukum dan demi kepentingan Bangsa. 
Sementara
itu, terpisah Ketua Tim Pemenangan Edysa Girsang Bacagub PDI Perjuangan
menyampaikan,”Apalagi penolakan terhadap Cagub petahana, Ahok oleh warga Jakarta semakin kuat dan massif di
berbagai sudutt kota Jakarta,” tuturnya.
“Hingga
media mainstream besar maupun sosmed fokus mengulas dan menggiring
opini masyarakat pada kasus penangkapan IG dan pemberitaan kasus
korupsi, reklamasi dan penolakan-penolakan terhadap Cagub Petahana yaitu
Ahok teralihkan dan lambat laun menghilang dari pemberitaan,” pungkas
Edysa Girsang.[Nicholas].

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

17 + seven =

Rekomendasi Berita