by

Mahasiswa Australia: Islam di Indonesia Sangat Menarik

RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Emily Schilling, mahasiswi asal Flinders University, Australia cukup
terkejut ketika melihat antusiasme Muslimah Indonesia dalam mengenakan
hijab. Berdasarkan pengamatannya, ia melihat kaum wanita di Indonesia
mengenakan jilbab bukan hanya sekedar menjalankan kewajiban agama. 
Lebih dari itu, menurutnya jilbab di Indonesia merupakan simbol
sekaligus identitas yang menunjukkan keaktifan, partisipasi, dan
kapasitas Muslimah dalam menjalankan perannya di sektor-sektor publik
dan profesional. Oleh karenanya, tidak mengherankan jika jilbab kian
mendapat tempat di tengah masyarakat Islam Indonesia.
Itulah sepenggal pengalaman yang diceritakan Emily pada sharing
session program Understanding Islam in Indonesia yang berlangsung di
Gedung Perpustakaan UII, Sabtu (23/7). Program tersebut merupakan
kerjasama yang dijalankan oleh Flinders University, Australia dengan
Universitas Islam Indonesia (UII).
Emily Schilling sendiri merupakan satu di antara 14 mahasiswa
Australia yang mendapat beasiswa Colombo Plan dari pemerintah Australia
untuk mempelajari Islam dan masyarakat Indonesia dengan bantuan
fasilitas dari UII.
Selama dua minggu, mereka intens mempelajari Bahasa Indonesia,
budaya, dan nilai-nilai Islam melalui berbagai kegiatan menarik. Baik
kuliah, kelas lapangan, maupun pemagangan di institusi-institusi Islam,
seperti kantor media Republika, sekolah, dan bank syariah.
Emily Schilling mengatakan, pengalaman mengikuti program tersebut
sangat berkesan baginya. Sebab ia banyak menimba perspektif baru tentang
Islam dan masyarakat Indonesia yang dapat dirasakan secara langsung.
“Saya melihat Islam di Indonesia sangat menarik. Sebagai komunitas
mayoritas, Muslim bisa saja menjadikan Indonesia sebagai negara Islam.
Namun mereka lebih memilih menjadi komunitas yang plural dan majemuk,”
tuturnya.
Selain itu, Emily mendapat kesempatan magang di salah satu bank
syariah di kota Yogyakarta. Selama magang, ia ditemani oleh mahasiswa
UII sebagai fasilitator bahasa dengan para pegawai di sana.
“Saya banyak bertanya kepada para pegawai bank syariah tentang hal
yang menurut saya menarik. Seperti konsep standar emas dan sistem bagi
hasil yang diterapkan dalam sistem perbankan syariah. Untunglah ada
mahasiswa UII yang membantu karena saya belum begitu mahir berbahasa
Indonesia,” ujarnya.[rol]

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 × five =

Rekomendasi Berita