by

Majelis Gema Gong Pancasila Pernyataan Sikap Terkait Pancasila

Majlis Gong Pancasila.[Harto/radarindonesianews.com]
RADARINDONESIANEWS.COM, JAKARTA – Gema Gong Pancasila mengadakan press conference terkait sikap Majelis Gerakan Masyarakat Gotong Royong (Gema Gong) Pancasila terhadap pelaksanaan peringatan hari ulang tahun ke 72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat rukun warga tahun 2017.Bertempat di Sekretariat Jl. Kramat Pulo No. 7, Senen, Jakarta Pusat, Kamis (10/8/2017) 
Wardi Jein, SH yang merupakan Ketua Umum Gema Gong Pancasila mengeluarkan pernyataan sikap kebangsaan.
“Kami Majelis Gema Gong Pancasila mengharapkan dan memberikan saran serta masukan kepada Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia untuk mengubah dan memperbaiki kalimat hari ulang tahun ke 72 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia”, katanya.
Menurutnya teks Proklamasi tanggal 17 Agustus 1945 yang tertulis “Kami Bangsa Indonesia menyatakan Kemerdekaannya
Bukan Kami Republik Indonesia Menyatakan Kemerdekaan maka kalimat yang tepat adalah HUT Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia. 
Seperti ada kalimat yang bertanda tangan dan menyatakan serta membacakan teks Proklamasi adalah Soekarno Hatta Atas nama Bangsa Indonesia. 
Bukan atas nama Republik Indonesia dan bukan atas nama Presiden Republik Indonesia sebab pada tanggal 17 Agustus 1945 Ir. Soekarno belum menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia karena Negara Republik Indonesia belum terbentuk (belum ada). 
Negara Republik Indonesia baru ada dan terbentuk pada tanggal 18 Agustus 1945, dengan disahkannya Undang-Undang Dasar 1945, sekaligus mengangkat, menjadikan, menetapkan Ir. Soekarno sebagai Presiden Republik Indonesia dan Muhammad Hatta sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia (barulah terbentuk dan lahir Negara Republik Indonesia)”, imbuhnya.
Ia menegaskan perlunya perubahan dan perbaikan naskah teks Proklamasi dalam rangka konstruksi sejarah bangsa Indonesia. 
Perubahan dan perbaikan naskah teks Proklamasi kiranya menjadi catatan sejarah kebangsaan Indonesia yang diingat dan dicatat oleh generasi yang akan datang, anak cucu bangsa ini tandasnya. (hrt)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 × one =

Rekomendasi Berita